Jakarta (ANTARA) - Diaspora Indonesia berkerumun di sisi jalan kawasan Downing Street, London, Inggris, untuk menyapa langsung Presiden Prabowo Subianto yang hadir menemui Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Selasa siang waktu setempat.
Mereka menanti kedatangan Kepala Negara dengan mengenakan jaket tebal untuk menahan udara dingin yang tengah menyelimuti jantung Kota London.
Salah satu diaspora tampak melambaikan bendera Merah Putih, sedangkan sejumlah mahasiswa, pekerja, hingga keluarga besar WNI di Inggris berkumpul membentangkan spanduk panjang bertuliskan "Selamat Datang Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Dari Kami Masyarakat Diaspora di Inggris".
Momen itu berlangsung di bahu jalan yang menjadi lintasan kendaraan yang membawa Presiden Prabowo Subianto beserta delegasi untuk bertemu dengan PM Starmer di kantornya.
Saat iring-iringan kendaraan kepresidenan mendekati area 10 Downing Street, suasana seketika ramai oleh sorak-sorai. Lambaian bendera Merah Putih dan bendera Inggris berukuran kecil dikibarkan di barisan barikade.
Sejumlah awak media mancanegara juga bersiap menyorot lensa kamera mereka menuju arah ketibaan Presiden Prabowo.
Sementara, Kepala Biro Protokol pada Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Muhammad Saiful tampak berkoordinasi dengan otoritas terkait perihal pengamanan sekitar kawasan, yang siang itu terlihat steril dan ketat.
Sebelum memasuki pintu kantor PM Keir Starmer, Presiden sempat menoleh, tersenyum, dan melambaikan tangan ke arah kerumunan warga dan awak media yang telah menunggu di lokasi.
Kedatangan Presiden Prabowo di 10 Downing Street merupakan agenda resmi pertama Presiden Prabowo dalam rangkaian lawatannya di London, Inggris.
Kemudian, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Lancaster House di London untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy. Berlanjut pada Rabu (21/1), Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III.
Pewarta: Andi Firdaus, Galih Pradipta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































