Tanjungpinang (ANTARA) - Kapolresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol Hamam Wahyudi menyampaikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri perdana di daerah itu resmi beroperasi melayani 1.515 penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Penerima manfaat MBG itu menyasar di 18 sekolah, posyandu, ibu menyusui dan balita yang berdomisili di sekitar dapur SPPG Polresta Tanjungpinang," kata Kombes Hamam usai peresmian dapur SPPG Polri di Jalan Rumah Sakit, Kota Tanjungpinang, Kepri, Selasa.
Dapur SPPG Polresta Tanjungpinang diresmikan oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin bersama Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kombes Hamam menyebut pihaknya merenovasi gedung wisma Bhayangkari menjadi dapur SPPG, dengan luas 1.300 meter persegi. Proses renovasi gedung berlangsung sejak bulan Juli 2025.
Ia menjelaskan dapur SPPG Polri di Tanjungpinang berada di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari yang akan mengelola pelaksanaan program MBG.
"Jumlah SPPG Polri dan sasaran penerima MBG di Tanjungpinang akan terus berkembang seiring berjalan waktu," ujar Hamam.
Sementara, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengapresiasi pendirian SPPG Polresta Tanjungpinang, dengan fasilitas dan peralatan yang sangat memadai guna memenuhi kebutuhan MBG di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut.
Menurutnya SPPG Polri ini selain menghadirkan makanan bergizi yang aman, higienis, bersih serta sesuai standar nasional, juga dilengkapi alat rapid test khusus untuk menguji makanan sebelum didistribusikan.
"Alhamdulillah, fasilitas dan peralatan di SPPG Polresta Tanjungpinang menjamin kebersihan makanan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat MBG," ucap Lis.
Baca juga: Lewat SPPG, pemerintah optimistis 1,5 juta tenaga kerja terserap
Baca juga: Polda DIY resmikan operasional SPPG Polri di Sedayu Bantul
Baca juga: Polres Sigi bangun SPPG di Desa Maku penuhi kebutuhan MBG
Pewarta: Ogen
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































