Danantara: Stimulus-proyek strategis katalis positif pasar saham 2026

3 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memproyeksikan berbagai program stimulus dan proyek strategis nasional akan memberikan katalis positif bagi pasar saham Indonesia pada tahun 2026.

Danantara menilai pengeluaran fiskal yang lebih kuat pada 2026 akan memberikan batas bawah pendapatan untuk sektor-sektor yang berorientasi domestik.

“Katalis utama mencakup potensi perluasan program unggulan pemberian makan gratis dan penyebaran modal dari Danantara ke dalam proyek-proyek investasi yang menghasilkan pertumbuhan,” sebagaimana tertulis dalam dokumen Danantara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu.

Apabila dieksekusi secara efektif, Danantara menilai berbagai program dan proyek strategis tersebut semestinya akan memberikan dorongan permintaan yang lebih jelas, mengurangi risiko penurunan pendapatan, serta mendukung pembentukan kredit.

“Secara paralel, pemerintah telah mempertahankan pendekatan stimulus yang terarah, dengan potensi manfaat yang kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2026,” tulis Danantara.

Danantara menilai langkah-langkah seperti insentif pajak, keringanan asuransi, serta dukungan kredit melalui bank-bank milik negara dapat berfungsi sebagai katalis yang berarti bagi perekonomian domestik.

“Seiring waktu, inisiatif-inisiatif ini seharusnya menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa saham,” tulis Danantara.

Sepanjang tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencatatkan salah satu reli terkuat dalam lebih dari satu dekade, dengan menguat 22,1 persen year to date (ytd) ke level 8.644,26 dan menyentuh sebanyak 24 kali all time high (ATH).

Per akhir tahun 2025, kapitalisasi pasar tumbuh 28,16 persen (ytd) menjadi Rp15.810 triliun, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp268,14 triliun, dan jumlah investor mencapai 20,2 juta Single Investor Identification (SID).

Pada perdagangan hari ini, Rabu (14/01), IHSG mencatatkan rekor ATH di level 9.032,584. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.430.903 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,37 miliar lembar saham senilai Rp29,30 triliun. Sebanyak 440 saham naik, 240 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: Danantara restrukturisasi Himbara lewat penguatan teknologi

Baca juga: Rosan ungkap berbagai proyek siap "groundbreaking" Februari 2026

Baca juga: Indonesia siap tarik investasi global di World Economic Forum Swiss

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |