Jakarta (ANTARA) - Dokter mata bersertifikat di Kota New York Dr. Jennifer Tsai membeberkan dampak buruk maskara yang tidak dihapus sebelum tidur pada mata penggunanya.
Wanita yang memiliki mengambil spesialis dalam perawatan mata kering, estetika okular dan terapi regeneratif mata itu mengatakan serpihan kecil maskara dapat menumpuk di bawah kelopak mata.
Dalam siaran Hindustan Times pada Jumat (18/1) waktu setempat, ia mengatakan partikel maskara kecil yang mengering di bawah kelopak itu akan jadi endapan yang menyebabkan benjolan atau nodul keras yang mengiritasi kornea saat berkedip.
"Ini adalah konkresi kecil, pada dasarnya partikel maskara berpigmen yang menggulung dan mengendap di bawah konjungtiva dan kelopak mata atas. Menyebabkan benjolan atau nodul keras ini, sehingga saat Anda berkedip, akan mengiritasi kornea karena menggores permukaannya," kata Tsai melalui video yang diunggah di Instagram pada Kamis (15/1) lalu.
Baca juga: Mau pasang "eyelash extension"? Simak tips berikut ini
Menurut Dr. Tsai, jika kita tidak membersihkan maskara dari bulu mata sebelum tidur, partikel maskara kecil yang mengering akan menempel di bawah kelopak mata.
Maka dari itu, ia menganjurkan agar pengguna selalu membersihkan semua riasan sebelum tidur. Ia merekomendasikan untuk membersihkan bulu mata dua kali dan memilih maskara non-tahan air karena lebih mudah dibersihkan secara menyeluruh.
"Bersihkan bulu mata anda dua kali. Pastikan anda memilih maskara yang tidak tahan air dan jika Anda memilih untuk memakai maskara, maskara tubing telah menjadi alternatif populer karena membentuk tabung-tabung kecil di sekitar bulu mata, bukan lapisan basah, sehingga lebih mudah dibersihkan," kata Tsai.
Baca juga: Riasan koktail maskara berikan tampilan bulu mata lebih panjang
Baca juga: Cara mengetahui produk "makeup" yang kedaluwarsa
Baca juga: Resep tetap tampil kece di rumah saja ala MUA Rihanna
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































