Jakarta (ANTARA) - Kepala Departemen Hubungan Internasional Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) Lina Alexandra menekankan pentingnya hasil konkret dari kemitraan dan kerja sama yang dicapai selama kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke London, Inggris.
"Yang kami ingin tunggu-tunggu nanti real-nya seperti apa, implementasinya di lapangan? Karena kalau dalam tahap ini, baru signing," kata Lina kepada ANTARA melalui sambungan telepon, Jakarta, Selasa.
Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris, untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.
Rencana pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan difokuskan pada peluncuran Kemitraan Strategis antara kedua negara, menurut video wawancara yang diterima dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Selasa.
Dalam kunjungan tersebut, Inggris dan Indonesia juga meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi, yang ditandatangani pada 19 Januari 2026 oleh Menteri Koordinator Inggris untuk Bisnis dan Perdagangan, Peter Kyle, dan Menteri Koordinator Bidang Perekomian Indonesia, Airlangga Hartarto.
Baca juga: Indonesia-Inggris luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi
Terkait hal itu, Lina menilai kunjungan tersebut baik untuk memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral kedua negara.
Kunjungan tersebut juga dinilai baik dalam upaya Presiden untuk mendiversifikasi hubungan dan kerja sama di berbagai bidang.
Namun, Lina menekankan pentingnya hasil konkret dari kemitraan dan kerja sama baru yang dicapai selama kunjungan tersebut.
"Masalahnya seringkali banyak komitmen yang diteken, tapi kemudian implementasinya seringkali di lapangan masih banyak hambatannya," kata dia.
"Jadi, yang saya ingin tekankan sebetulnya bahwa kita akan melihat lebih banyak lagi kunjungan Presiden ke sana kemari. Tapi, pattern-nya seperti apa?," imbuh Lina.
Dia berharap ada pattern atau hasil yang lebih jelas dari kemitraan dan kerja sama baru yang dicapai selama kunjungan, sehingga langkah tersebut dapat semakin memperkuat hubungan kedua negara di berbagai bidang.
"Kami mengharapkan ada pattern yang lebih jelas sebetulnya. Ketika memperdalam hubungan dalam bentuk strategic partnership atau comprehensive strategic partnership atau ada area-area kerja sama yang spesifik, kita ingin melihat pattern-nya. Why to this country? Why this specific area?," katanya.
Terkait peluncuran Kemitraan Strategis yang menjadi fokus kunjungan tersebut, Lina menduga ada rencana kerja sama untuk membangun industri semikonduktor dengan bekerja sama dengan Inggris.
Lina melihat pendalaman kerja sama tersebut adalah untuk mendukung program-program strategis pemerintah.
"Jadi, memang terlihat bahwa pendalaman kerja sama adalah untuk mendukung program-program strategis yang sebetulnya sering kali masih diragukan oleh aktor dan pelaku-pelaku bisnis di tingkat domestik apakah memang bisa dikejar secepat itu implementasinya," demikian kata Lina.
Baca juga: Indonesia dan Inggris perkuat kerja sama iklim, konservasi gajah
Baca juga: Prabowo untuk kedua kalinya temui PM Starmer di 10 Downing Street
Baca juga: Pertemuan Prabowo dan PM Starmer akan berfokus kemitraan empat pilar
Pewarta: Katriana
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































