CKG di Pasaman Barat telah menjangkau 358.390 orang

3 weeks ago 18

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat capaian pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 358.390 orang atau 83,11 persen dari target 431.242 orang.

"Selama 2026 ini target sasaran akan kita upayakan tercapai dengan menggencarkan pelaksanaan di puskesmas yang ada," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Rabu.

Menurut dia di dalam pelaksanaan CKG, selain memeriksa juga memberikan obat secara gratis kepada warga.

"Petugas dalam pelaksanaan CKG menemukan penyakit seperti diabetes, tensi dan penyakit umum lainnya," katanya.

Baca juga: Kemenkes targetkan jangkau 46 persen penduduk Indonesia pada CKG 2026

Dia mengatakan, CKG yang dimulai sejak Februari 2025 dilakukan untuk bayi, balita, dan anak prasekolah, dewasa, dan warga lanjut usia.

Hingga saat ini, katanya, CKG pada bayi (0 bulan) telah menjangkau 5.107 orang atau 61,51 persen dari target 8.303 orang.

Untuk capaian CKG balita dan anak prasekolah umur 1-6 tahun menjangkau 22.028 orang atau 47,34 persen dari target sasaran 46.534 orang, capaian untuk ibu hamil sebanyak 7.306 atau 78,79 persen dari target 9.273 orang.

Untuk dewasa umur 18-59 tahun mencapai 220.321 orang atau 92,67 persen dari target sasaran 237.751 orang, dan capaian untuk masyarakat lanjut usia umur 60 tahun ke atas 22.596 orang atau 62,83 persen dari target sasaran 36.459 orang.

Baca juga: Total peserta CKG pada 2025 tembus 70 juta orang

Sementara untuk CKG pada anak sekolah dilaksanakan mulai Juli 2025. Adapun capaian hingga saat ini bagi anak sekolah dasar (SD) tercapai sebanyak 43.466 orang atau 81,05 persen dari target sasaran 53.629 orang.​​​​

Untuk anak SMP tercapai 21.608 orang atau 84,53 persen dari target sasaran 25.564 orang dan untuk anak SMA tercapai 15.959 orang atau 80,66 persen dari target sasaran 19.785 orang.

"Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencapai target yang akan dicapai," katanya.

Selain melibatkan Dinas Pendidikan juga melibatkan Kementerian Agama, puskesmas, Dinas Kependudukan Catatan Sipil, dan sekolah agar melakukan CKG.

"Kita juga berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten serta menyebarluaskan informasi CKG ke masyarakat melalui media dan konten di masing-masing puskesmas," sebutnya.

Baca juga: 740.000 warga Kota Semarang tercakup program CKG selama 2025

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |