Jakarta (ANTARA) - Danantara dinilai sebagai mitra strategis yang memahami kompleksitas dan visi industri nasional, karenanya solusi yang diberikan kepada industri diharapkan bisa memberikan nilai tambah dalam mendukung finansial dan produksi.
Oleh karena itu menurut Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, di Jakarta, Jumat, kemitraan strategis Danantara merupakan pondasi untuk membangun ketahanan sektor industri dan manufaktur.
Melalui kemitraan tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat mendorong efisiensi yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional .
Dan kemitraan strategis tersebut berlaku pada industri lain termasuk industri farmasi, industri yang berkaitan dengan pangan, dan baja.
"Karena itulah kemitraan strategis antara Danantara dan industri bukan pilihan, tetapi wajib. Jadi, peran Danantara tidak hanya pasif tetapi aktif,” ujar dia melalui sambungan telepon.
Dalam konteks kemitraan strategis itulah, Bhima sepakat hubungan antara Danantara dan pelaku industri tidak sebagai transaksi bisnis semata, misal dengan industri farmasi atau industri baja seperti Krakatau Steel, yang merupakan industri strategis nasional.
Memang, kata Bhima, salah satu bentuknya adalah penyertaan modal Danantara kepada industri, yang pada saatnya harus dikembalikan. Namun lebih dari itu, sebagai mitra strategis, Danantara juga memberikan pendampingan agar industri bisa memenuhi Key Performance Indicator (KPI).
Selain itu, tambahnya, sebagai mitra strategis Danantara diharapkan juga berkontribusi untuk memfasilitasi masuknya investasi dari negara-negara lain, misal Timur Tengah, China, untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.
Danantara juga bisa membantu industri untuk mendapatkan bahan baku murah. Dengan mitra industri baja seperti Krakatau Steel misalnya, Danantara yang memiliki banyak proyek hilirisasi, bisa menghubungkan rantai pasok bahan baku hasil hilirisasi terutama stainless steel, baja tahan karat ke industri tersebut.
Dia menambahkan Danantara juga bisa membantu mencari pasar baru atau investor baru, dalam hal ini Danantara bisa mendorong BUMN lain untuk menjadikan industri tersebut sebagai kemitraan strategis bagi proyek-proyek infrastruktur.
Sejak diluncurkan 24 Februari 2025, menurut dia, Danantara banyak berperan dalam kemitraan strategis dengan industri antara lain industri bidang energi, pertambangan, dan baja.
Untuk industri baja misalnya, sebelumnya Danantara memastikan pembenahan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan terus berjalan guna memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen baja nasional yang kompetitif.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas menyatakan, bahwa pembenahan di tubuh Krakatau Steel perlu dilakukan menyeluruh guna meningkatkan kinerja operasional, sekaligus menciptakan profitabilitas berkelanjutan bagi perseroan.
Baca juga: Danantara perkuat arah restrukturisasi-transformasi Garuda Indonesia
Baca juga: Danantara dukung pembangunan peternakan ayam demi pasok MBG
Baca juga: Danantara bersama pemerintah berbagi peran tangani utang Whoosh
Pewarta: Subagyo
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































