Cek Fakta, foto warga kejar pocong begal di Jombang

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengejar sosok “pocong begal” yang meresahkan masyarakat pada malam hari.

Unggahan tersebut menampilkan foto sejumlah warga yang berada di area persawahan pada malam hari sambil mengejar sosok berpakaian putih yang disebut menyerupai pocong.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Pocong Jadi Jadian Dikejar wargga
Yang lagi gempar di jombang jawa timur, pocong jadi jadian di kejar warga lari ke tengah sawah, dikira takut setelah di dekati malah lari akhirnya dikejar, warga geram lantaran sering mengetuk ketuk pintu rumah warga saat malam hari,”

Namun, benarkah warga mengejar “pocong begal” di Jombang?

Unggahan yang menarasikan foto warga kejar pocong begal di Jombang. Faktanya, foto tersebut merupakan hasil suntingan AI. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan adanya peristiwa warga mengejar “pocong begal” di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Hasil penelusuran menggunakan AI Detector Sight Engine menunjukkan bahwa gambar dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sekitar 94 persen merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hasil pemeriksaan foto unggahan menggunakan AI Detector. (Sight Engine)

Selain itu, informasi mengenai “pocong begal” memang sempat beredar di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Namun, dilansir dari Instagram Satkrimres Jombang, pihak kepolisian setempat menyatakan tidak menemukan adanya kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Dengan demikian, klaim yang menyebut warga mengejar “pocong begal” di Jombang merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

Klaim: Foto warga kejar pocong begal di Jombang

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |