Jakarta (ANTARA) - Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi Kementerian Pertanian atas bantuan logistik dan dukungan moril yang memperkuat ketahanan pangan, semangat pemulihan, serta kebersamaan warga terdampak bencana di wilayah tersebut.
Gus Irawan mengatakan bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan menyebabkan dampak luas di hampir seluruh wilayah kabupaten, yang mana dari 15 kecamatan, sebanyak 13 di antaranya terdampak, hingga sejumlah desa mengalami kerusakan parah dan keterisolasian akibat terputusnya akses jalan.
"Dalam kondisi tersebut, kehadiran langsung jajaran Kementan tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan dukungan moril yang sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat," kata Gus Irawan dalam keterangan Kementan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Oleh karena itu, Gus Irawan mengaku pihaknya bersama masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas kehadiran langsung dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Ia menuturkan di tengah duka dan keterbatasan yang dialami warga, kehadiran negara dirasakan nyata dan memberi harapan baru bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana.
Dia menyebutkan bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Kementan diterima Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pada Rabu (17/12) malam, setelah sebelumnya dikirim menggunakan KRI Banda Aceh sebagai bagian dari respons cepat pemerintah pusat terhadap situasi darurat.
Gus Irawan menegaskan bantuan itu menjadi salah satu penopang utama bagi warga yang selama beberapa hari harus bertahan dengan keterbatasan akibat bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Bapak Menteri Amran Sulaiman dan Bapak Wamen Sudaryono. Hadir langsung Pak Ali Jamil dan tim menyerahkan bantuan. Terus-terang saja kehadiran teman-teman saja pun sudah menjadi setawar-sedingin penambah semangat kami,” tutur Gus Irawan.
Gus Irawan menegaskan pula seluruh bantuan akan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami pastikan ini akan kita salurkan kepada mustahik, para saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Sekali lagi terima kasih atas bantuan ini, mudah-mudahan barokah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan Zulkarnaen Siregar menilai bantuan dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sangat krusial dalam mendukung penanganan darurat bencana, terutama bagi warga yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses transportasi.
“Bantuan ini bermanfaat dan membantu masyarakat yang tertimpa musibah di Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari program Kementan Peduli, pengiriman tahap pertama yang diangkut menggunakan KRI Banda Aceh.
Bantuan diantarkan langsung ke Tapanuli Selatan oleh Pelaksana Tugas Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Ali Jamil, didampingi Direktur Polbangtan Medan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, mi instan, makanan siap saji, susu, popok bayi, sarung, selimut, pakaian, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas keberangkatan bantuan pangan "Kementan Peduli Bencana" untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Mentan di kawasan Dermaga Kolinlamil, Jumat (5/12) memastikan bantuan pangan yang sebelumnya diangkut menggunakan 207 truk dari Kementerian Pertanian diberangkatkan melalui KRI Banda Aceh 593 menuju pelabuhan di wilayah terdampak di tiga provinsi itu.
Baca juga: Bantuan 700 ton untuk sumatera dari Kementan dan Bapanas tiba di Aceh
Baca juga: Mentan kirim logistik dan penjernih air ke Sumatra pakai kapal perang
Baca juga: Mentan: Bantuan logistik tahap III siap diberangkatkan untuk Sumatera
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































