Bupati: Sungai Muaro Pisang Agam harus dilakukan penanganan teknis

1 month ago 17

Lubuk Basung (ANTARA) - Bupati Agam, Sumatera Barat Benni Warlis mengatakan kondisi Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya harus dilakukan penanganan secara teknis agar tidak terjadi banjir bandang susulan.

"Kita telah menyampaikan ke Gubernur Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk penanganan secara teknis yang perlu keilmuan," kata Benni Warlis di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan hal ini dilakukan agar banjir bandang susulan tidak terulang kembali setelah beberapa titik di hulu sungai tersebut dilanda tanah longsor menimbun sungai.

Ini dalam rangka untuk mencarikan permasalahan yang terjadi di hulu sungai, karena saat ini hanya menyelesaikan sungai yang tersumbat di hilir.

"Apabila aliran sungai di hilir tersumbat, kita bersihkan dan kita sudah berulang kali membersihkannya dengan alat berat. Bahkan ada satu alat berat yang tertimbun material, Rabu (31/12) malam, karena kurang ilmu teknisnya," katanya.

Ia menambahkan selama ini Pemkab Agam menyelesaikan bencana banjir bandang di Sungai Muaro Pisang hanya dari bawah.

Teknis yang dimaksud, melihat dari hulu dan perjalanan material ke bawah harus ada ilmunya untuk penanganannya.

Baca juga: Basarnas Padang evakuasi 17 warga Pasar Rabaa Agam terjebak banjir

Ini yang dimintakan kepada Pemprov Sumbar dan BWS V untuk melakukan peninjauan ke lokasi dalam mencarikan solusi apakah dibangunkan pengendali air, agar material tidak turun ke bawah yang berdampak ke rumah warga.

"Itu yang kita harapkan disamping melakukan penanganan di bawah. Apabila hujan atau tidak hujan, banjir bandang tetap melanda daerah itu," katanya.

Ia mengakui aliran sungai tersumbat setelah tebing jalan di Kelok 28 dan Kelok 42 di Matur Mudik, Kecamatan Matur terjadi longsor pada akhir November 2025.

Pada Rabu (31/1), tebing jalan Kelok 25 di Matua Mudik, Kecamatan Matur longsor menimbun sungai, sehingga membuat aliran sungai baru ke arah Simpang Maninjau.

Akibatnya 160 kepala keluarga dengan 428 orang terdampak banjir bandang dan mereka telah mengungsi ke daerah lebih aman.

Material banjir juga menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi sepanjang 30 meter dan tinggi satu meter mengakibatkan jalan putus total.

"Jalan masih tertimbun dan alat berat sedang membersihkan material. Masyarakat merasa was-was dan ketakutan dengan kondisi tersebut," katanya.

Baca juga: Polda Riau turunkan alat berat pembersihan material banjir di Agam

Baca juga: BPBD: Pengungsi dampak banjir di Maninjau Agam menjadi 428 orang

Baca juga: Lima banjir bandang susulan terjadi di Maninjau Agam sepanjang Kamis

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |