Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menyatakan siap mempercepat penyaluran bantuan pangan beras bagi 33,2 juta penerima manfaat guna menjaga ketahanan pangan serta menjaga daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.
"Bulog siap bergerak lebih cepat dan lebih masif dalam penyaluran bantuan pangan ini," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat dan memasifkan penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat.
Kolaborasi itu dilakukan untuk memastikan bantuan pangan beras dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi menjelang peringatan HUT Ke-81 TNI.
Rizal mengaku sebelumnya pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi Bulog dan jajaran TNI dalam mendukung percepatan penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) kepada masyarakat.
“Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan bantuan pangan pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ucap Rizal.
Baca juga: Amran: Kecurangan beras fortifikasi picu lonjakan harga-inflasi pangan
Baca juga: Dirut Bulog sebut stok CBP 4,7 juta ton di pertengahan September
Menurutnya, dukungan jajaran TNI di berbagai daerah akan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan program, khususnya dalam memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga ke masyarakat penerima.
Percepatan penyaluran Bantuan Pangan ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pangan dalam rangka menghadapi potensi El Nino serta menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan terhadap penambahan bantuan pangan periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras untuk 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP) yang mencakup kelompok desil 1 sampai desil 4. Setiap penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras per bulan.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyetujui penambahan beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode September 2026 hingga Maret 2027.
Menurut Rizal kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
"Sementara tugas Bulog memastikan seluruh penugasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi berjalan cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran,” kata Rizal.
Baca juga: Mendagri minta pemda waspadai kenaikan harga ayam, telur, dan beras
Baca juga: Dirut Bulog jaga mutu beras pemerintah lewat optimalisasi tata kelola
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































