DKI Jakarta juara umum Kejurnas Berkuda Memanah 2026

1 hour ago 4

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III Seri I 2026 di Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, setelah mengumpulkan 25 poin.

Kejurnas yang berlangsung pada 17-20 September 2026 di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN) itu diikuti 98 atlet dari 13 provinsi dengan mempertandingkan 14 kategori junior dan senior.

Selain menjadi juara umum, DKI Jakarta menempatkan Rayyan Abdul Karim sebagai atlet putra terfavorit dan Alena Rabbani Putri Satriwan sebagai atlet putri terfavorit setelah masing-masing mengumpulkan delapan poin.

Rayyan antara lain meraih juara pertama bersama kuda Daebagi, mengungguli Tio Fawwaz Ananta dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Muhammad Yahya Ayyash dari Jawa Tengah.

Sementara Alena meraih juara pertama kategori Turangga Astra 1 Senior Putri bersama kuda Faruq, disusul Iffah Izaty Ramadhani dari Bengkulu dan Arum Nazlus Shobah dari NTB.

Pada kategori Raid 233 Junior Putra, Naryana Andi Hafy dari Banten menjadi juara pertama, disusul Rayyan Abdul Karim Ardianto dari DKI Jakarta dan Abdurrahman dari Jawa Timur.

Kemudian pada Raid 233 Junior Putri, Aqilah Fathiyah El Haq dari Jawa Timur menempati posisi pertama, diikuti Alena Rabbani Putri Satriwan dari DKI Jakarta dan Felyana Sivil dari Banten.

Baca juga: Ketum KONI: PP Pordasi Berkuda Memanah harus fokus pembinaan atlet

Atlet Jawa Tengah Muhammad Shalahudin Al Ayyubi menjadi juara Raid 233 Senior Putra, sedangkan Arsa Wening dari DKI Jakarta dan Gildan Javera dari Banten masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

DKI Jakarta kembali meraih posisi pertama melalui Putri Rizki Ayasha pada Raid 233 Senior Putri, disusul Arum Nazlus Shobah dari NTB dan Henny Soviyati Karomah dari Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia Widodo Edi Sektianto di Bogor, Minggu, mengapresiasi penampilan para atlet selama empat hari kejuaraan.

"Selamat kepada para juara dan seluruh atlet yang telah memberikan penampilan terbaiknya. Bagi yang belum meraih prestasi, mari terus berlatih dan mengejar prestasi," kata Widodo.

Menurut dia, Kejurnas tersebut juga menjadi sarana untuk mengevaluasi program pembinaan berkuda memanah yang dilakukan pengurus provinsi sehingga kualitas atlet dapat terus ditingkatkan.

Baca juga: Kejurnas Berkuda Memanah di Bogor jadi ajang menuju PON 2028

Widodo juga mengapresiasi pelaksanaan pertandingan yang berlangsung dengan minim insiden. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan aspek keselamatan telah menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kompetisi.

"Kami bersyukur bahwa selama pelaksanaan pertandingan dalam Kejurnas kali ini insiden yang terjadi sangat minim. Ini menjadi hal positif dan menunjukkan bahwa aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kompetisi telah menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Ia mengatakan setelah seri pertama tersebut masih terdapat sejumlah kompetisi yang dipersiapkan, antara lain Kejurnas pada Januari 2027 dan PON Berkuda 2027.

Ketua Harian FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia Agape Zakaria D menambahkan kejuaraan berikutnya direncanakan menggunakan format circle atau circular, berbeda dengan Kejurnas kali ini yang menggunakan lintasan lurus.

Menurut dia, penggunaan format pertandingan berbeda diperlukan untuk memberikan pengalaman kepada atlet sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan berkuda memanah nasional.

Baca juga: Atlet berkuda memanah Indonesia siap bersaing di Moskow

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |