Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mematangkan rencana ekspor beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umrah, sebagai tindak lanjut atas penugasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Kemenhaj pada Selasa (3/2), sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, kesiapan teknis dan langkah operasional.
"Hal ini untuk memastikan pelaksanaan ekspor berjalan tepat waktu, berkualitas dan sesuai standar pasar internasional, seiring semakin dekatnya musim haji," kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dia menuturkan melalui rapat koordinasi itu, pihaknya bersama Kemenhaj telah membahas secara komprehensif persiapan ekspor beras meliputi pemilihan dan standardisasi kualitas beras, penentuan kemasan yang sesuai dan penentuan harga, hingga penyusunan timeline pengiriman dan skema distribusi yang efisien.
Rizal optimistis peluang ekspor beras tahun ini dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, dia berharap adanya dukungan dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Perdagangan.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras," ucapnya.
Lebih lanjut, Rizal mengatakan pihaknya juga menyelenggarakan uji tanak terhadap beberapa sampel beras yang diusulkan untuk ekspor.
Kegiatan itu bertujuan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak, guna memastikan bahwa beras yang akan dikirim memenuhi preferensi konsumen serta standar mutu premium.
"Hasil uji tanak ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor," beber Rizal.
Ia menambahkan melalui rapat koordinasi itu, pihaknya juga menegaskan kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan momentum surplus beras nasional tahun 2025, yang menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan sekaligus membuka peluang strategis nasional untuk memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jainul Efendi menekankan pentingnya ekspor beras lokal demi kenyamanan dan kesehatan jamaah Indonesia.
“Ini menjadi semangat kita bersama Bulog, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak yang terlibat kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” kata Jainul.
Baca juga: Kepala Bapanas buka peluang ekspor usai serapan beras naik 700 persen
Baca juga: Kemenhaj gandeng Kementan Bulog untuk ekspor beras bagi konsumsi haji
Baca juga: Wamentan Sudaryono pastikan swasembada beras RI berlanjut ke ekspor
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































