BRIN teliti kemasan ramah lingkungan berupa kertas lapis minyak nabati

2 weeks ago 15

Jakarta (ANTARA) - Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zatil Afrah Athaillah mengembangkan metode pelapisan kertas menggunakan bahan lemak nabati sebagai alternatif kemasan makanan ramah lingkungan.

Melalui keterangan di Jakarta, Selasa, Zatil mengungkapkan dia telah menguji beberapa jenis minyak nabati, antara lain minyak walnut, kemiri, kedelai, dan linseed sejak awal 2025.

"Minyak-minyak ini dipilih karena memiliki karakteristik yang memungkinkan terbentuknya lapisan pelindung pada permukaan kertas. Sementara itu, minyak-minyak lain seperti minyak sawit dan zaitun juga sempat diuji, tetapi hasilnya belum memenuhi kriteria karena masih tembus air dan minyak," katanya.

Zatil mengatakan keberhasilan pelapisan diuji melalui serangkaian pengujian. Uji paling dasar dilakukan dengan meneteskan air dan minyak di permukaan kertas, lalu diamati apakah terjadi rembesan ke bagian bawah.

Pengamatan dilakukan hingga 60 menit. Jika kertas tidak menunjukkan perubahan tampilan dan tidak tembus air maupun minyak hingga batas waktu tersebut, maka pelapisan dinilai berhasil.

"Kalau diperlukan, sebenarnya pengujian bisa dilakukan lebih lama," lanjut dia.

Baca juga: Riset BRIN: Faktor emisi karbon Jawa-Sumatra tertinggi di Indonesia

Selain uji tetes sederhana, pengamatan juga dilakukan menggunakan mikroskop 3D. Dengan alat ini, Zatil dan tim dapat melihat bentuk tetesan air dari sisi samping kertas dan sudut kontaknya dapat diukur.

Pada kertas tanpa pelapis, tetesan air cenderung melebar. Sebaliknya, pada kertas yang telah dilapisi minyak nabati, tetesan air tampak lebih membulat. Pengukuran menunjukkan sudut kontak air pada kertas berlapis mendekati 90 derajat, yang menandakan permukaan kertas lebih tahan terhadap air (bersifat hidrofobik).

Pengujian lain meliputi uji kekuatan dan kelenturan kertas menggunakan texture analyzer, uji gugus fungsi pada kertas dengan fourier transform infrared (FTIR), uji kristalinitas menggunakan x-ray diffraction (XRD), uji kekentalan minyak, serta analisis komposisi asam lemak.

Morfologi kertas juga diamati menggunakan berbagai teknik mikroskopi, termasuk scanning electron microscopy (SEM).

"Dari sisi sifat mekanik, kertas berlapis minyak nabati menunjukkan kekuatan dan kelenturan yang mirip, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik dibandingkan kertas tanpa pelapis," ujarnya.

Saat ini, hasil riset masih berupa lembaran kertas yang telah dilapisi, belum dibentuk menjadi produk kemasan seperti gelas atau wadah makanan. Meski demikian, metode ini telah didaftarkan dan memperoleh paten pada 2025 melalui skema pendanaan Rumah Program Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN.

Ke depan, Zatil berharap riset ini dapat dilanjutkan dengan pengujian sensori untuk mengetahui apakah lapisan tersebut memengaruhi rasa atau aroma minuman, seperti kopi atau teh.

Baca juga: Antisipasi ancaman masa depan, BRIN siapkan future technology forecast

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |