Brimob Polda Aceh bangun tujuh jembatan darurat di wilayah terisolir

1 week ago 12
...Pembangunan jembatan darurat merupakan wujud komitmen Polri bersama TNI dan masyarakat untuk memastikan akses warga kembali terbuka

Banda Aceh (ANTARA) - Personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Satuan Brimob Polda Aceh dan Polres Aceh Tengah bersama TNI serta masyarakat membangun tujuh jembatan darurat di sejumlah wilayah terisolir pascabencana Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A Chaniago dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pembangunan jembatan darurat sebagai upaya percepatan pemulihan akses transportasi warga pascabencana.

"Pembangunan jembatan darurat merupakan wujud komitmen Polri bersama TNI dan masyarakat untuk memastikan akses warga kembali terbuka. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana," katanya.

Jembatan darurat yang dibangun tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Desa Owaq dan Desa Umang di Kecamatan Linge. Serta Desa Gele Pulo di Kecamatan Bintang

"Berikutnya di Desa Paya Kolak dan Desa Kuyun di Kecamatan Celala. Serta di Desa Pilar dan Desa Mekar Maju, Kecamatan Rusip Antara. Semua desa tersebut merupakan wilayah terisolir akibat bencana," kata Erdi A Chaniago.

Baca juga: Ratusan pelajar penyintas longsor di Taput ikuti pemulihan trauma

Perwira menengah Polri itu menyebutkan seluruh proses pembangunan jembatan darurat dilaksanakan secara gotong royong. Personel Polri bersama TNI dan masyarakat bahu membahu menyelesaikan pembuatan jembatan darurat tersebut.

"Kehadiran jembatan darurat tersebut mendapat respons positif dari warga karena kembali membuka akses mobilitas, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana," kata Erdi A Chaniago

Ia menambahkan Polri akan terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam misi kemanusiaan, khususnya pada situasi darurat dan bencana alam.

"Pembangunan tujuh jembatan darurat tersebut diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 sekaligus memperkuat solidaritas antara aparat dan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah," kata Erdi A Chaniago.

Baca juga: Aktivitas jual-beli di Pasar Aceh Tamiang pulih, warga besyukur

Baca juga: Mendagri: Program dari Kemensos harus disikapi cepat oleh bupati

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |