Bitung, Sulawesi Utara (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat upaya percepatan pemulihan energi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui sejumlah langkah strategis.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu mengatakan, salah satu langkah yang penting saat ini adalah perpanjangan relaksasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana.
“Untuk Provinsi Aceh dan Sumatera Barat masih berlaku relaksasi, memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan BBM yang khusus untuk penanganan kebencanaan,” katanya.
Ia melanjutkan, perpanjangan keringanan untuk ketiga kalinya ini mencakup jenis minyak solar dan Pertalite yang dapat dilayani dengan sistem manual atau tanpa kode QR di wilayah terdampak bencana guna mempercepat pemulihan tanggap darurat.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga bidik distribusi BBM-LPG Sumatera normal Januari
Pelaksanaannya pun dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha pelaksana penugasan, yang terus berupaya semaksimal mungkin untuk melayani ketersediaan BBM di wilayah tanggap darurat bencana.
“Berlaku sampai kapan? Paling lambat nanti sampai 8 Januari 2026. Ini kita sudah keluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga untuk membantu,” ujar Wahyudi.
Lebih jauh, ia mengatakan, BPH Migas juga memberikan bantuan pembangkit listrik tenaga diesel atau genset, baik yang menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM Subsidi) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP/BBM Kompensasi).
“Kita berikan kesempatan 15 hari kemarin sampai nanti dimulainya kondisi distribusi listrik yang ada di sana untuk membantu masyarakat,” katanya.
Baca juga: BPH Migas prioritaskan kuota BBM angkutan umum demi pacu konektivitas
Ia berharap, upaya-upaya ini dapat mengakselerasi pemulihan akses energi masyarakat di tengah pemulihan pasca-bencana dan cuaca ekstrem di tiga provinsi tersebut.
“Saya pikir ini cukup baik. Semoga nanti setelah pasca pemberian relaksasi ini akan bisa berakhir dan kondisi kegiatan masyarakat yang terkena bencana sudah pulih mendapatkan fasilitas akses energi, baik itu BBM maupun LPG, dan di sana tidak ada gangguan termasuk (gangguan) listrik,” ujar Wahyudi menambahkan.
Baca juga: BPH Migas: Kuota BBM subsidi kapal penumpang PELNI 181 ribu KL di 2026
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































