Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi hingga ke pelosok negeri dengan semangat kebersamaan di momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Bulan suci dimaknai sebagai momentum mempererat kolaborasi sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Wahyudi Anas sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan, peran regulator tidak berhenti pada fungsi pengawasan, tetapi juga membangun sinergi antar pemangku kepentingan agar distribusi BBM dan gas bumi berlangsung lancar dan berkesinambungan.
“BPH Migas berkomitmen untuk terus memainkan peran strategis dalam ketahanan energi nasional dan keberlanjutan, serta membangun harmonisasi antar kelembagaan melalui komunikasi publik yang efektif dan kolaboratif bersama seluruh badan usaha dan stakeholder,” ujar Wahyudi dalam kegiatan Koordinasi Persiapan Monitoring Ramadan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi dan Buka Bersama di Jakarta, Jumat (27/2).
Baca juga: Perkuat ketahanan energi, BPH Migas dorong penggunaan gas bumi
Mengusung tema “Sinergi Mengawal Energi, Harmoni dalam Kebersamaan di Bulan Ramadhan”, Wahyudi menyampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu terbaik untuk memperkuat sinergi antar sesama.
Di tengah ibadah puasa yang melatih kesabaran dan keikhlasan, amanah besar dalam menjaga kedaulatan energi nasional tetap menjadi prioritas utama.
“Begitu pula dalam mengawal distribusi energi nasional, tidak ada keberhasilan yang diraih sendirian, melainkan melalui sinergi yang kokoh antara regulator, badan usaha, dan seluruh stakeholder,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komite BPH Migas periode sebelumnya atas kontribusinya membangun fondasi regulasi yang kuat.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































