BPBD Pidie Jaya percepat relokasi pengungsi dari tenda huntara

2 weeks ago 5

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh mempercepat proses relokasi pengungsi dari tenda ke hunian sementara (huntara).

Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya Muhammad Nur yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan pihaknya menargetkan semua pengungsi di tenda-tenda dapat direlokasi sebelum bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Huntara dipercepat, pengungsi ditargetkan keluar tenda sebelum Ramadan

"Saat ini, pembangunan hunian sementara sedang dikerjakan di beberapa wilayah di Kabupaten Pidie Jaya. Kami berharap pembangunan hunian sementara tersebut bisa selesai secepatnya, sehingga pengungsi banjir dapat segera direlokasi sebelum Ramadhan," kata Muhammad Nur.

Selain relokasi, kata dia, pihaknya juga memastikan distribusi logistik, di antaranya kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak bencana banjir bandang terus dilakukan ke titik-titik pengungsian.

"Distribusi logistik seperti kebutuhan pokok dan lainnya ke titik-titik pengungsian masih berlangsung, termasuk layanan lainnya bagi korban bencana, seperti kesehatan dan air bersih," kata Muhammad Nur.

Sementara itu, Armiati, korban banjir di Dusun Meunasah Krueng, Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, sebagian warga di daerah tersebut masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing, karena masih tertimbun lumpur.

Baca juga: BNPB: 70 unit huntara korban banjir di Pidie Jaya mulai dibangun

Baca juga: LKBN ANTARA serahkan bantuan untuk pengungsi di Pidie Jaya, Aceh

"Saat ini, kebutuhan pokok dan air bersih warga yang mengungsi sudah menipis. Kami juga belum mendapatkan kepastian kapan direlokasi ke hunian sementara. Sebanyak 21 keluarga dari dusun ini sudah terdata masuk hunian sementara," kata Armiati.

Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh, warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 82.922 jiwa dari 22.973 kepala keluarga (KK) dengan titik pengungsian tersebar di 38 lokasi.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |