BPBD Cianjur pastikan 12 KK di Agrabinta sudah kembali ke rumah

3 weeks ago 12

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan sekitar 12 kepala keluarga di Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta sudah kembali ke rumah masing-masing setelah sempat mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir setinggi satu meter.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Senin, mengatakan rob yang merendam puluhan rumah warga terjadi akibat air sungai meluap setelah hujan turun deras sejak dua hari terakhir.

"Dampaknya sekitar 12 rumah terendam banjir setinggi 1 meter dan puluhan lainnya setinggi betis orang dewasa pada Minggu (11/1) malam hingga Senin pagi, akibatnya 12 kepala keluarga terdiri dari 26 jiwa diungsikan sementara," katanya.

Namun pada Senin pagi, air yang mengenangi rumah warga berangsur surut sehingga warga dibantu petugas dan relawan mulai membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir, termasuk mereka yang sempat mengungsi pada Minggu (11/1) malam, sudah pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: 69 rumah rusak akibat banjir susulan di Aceh Timur

Tim gabungan terdiri atas petugas BPBD Cianjur, TNI, Polri, relawan, dan warga bahu-membahu membersihkan perkampungan dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, sedangkan dampak kerusakan masih pendataan oleh petugas.

"Saat ini petugas masih melakukan pendataan terkait kerusakan, laporan sementara tidak ada korban jiwa atau rumah yang rusak akibat banjir, namun jalan penghubung antar-kampung tertutup lumpur yang sudah mulai dibersihkan bersama," katanya.

Dia menjelaskan wilayah Desa Mekarsari, selama ini sering dilanda banjir terlebih saat cuaca ekstrem sehingga sejumlah warga sudah melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk rutin membersihkan saluran air di perkampungan dan menyimpan barang di tempat tinggi di dalam rumah.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Agrabinta terutama menggenangi rumah yang terletak di pinggir sungai dan pantai. Warga diminta waspada dan siaga, segera segera mengungsi ketika melihat tanda alam terjadi bencana.

"Tahun sebelumnya saat puncak musim hujan permukiman warga di wilayah selatan banyak yang terdampak banjir, akibat meluapnya aliran sungai ketika hujan turun deras, sehingga petugas dan relawan disiagakan guna mengawasi dan melakukan penanganan cepat," katanya.

Pemkab Cianjur sudah menetapkan status darurat bencana hingga April 2026 di seluruh wilayah setempat. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga relawan untuk mengantisipasi bencana alam.

Baca juga: Banjir di Daan Mogot Jakbar perparah kemacetan lalu lintas

Baca juga: Pencarian dua korban banjir bandang Pulau Siau diperpanjang

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |