Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 41 rumah rusak disapu angin kencang atau dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada pekan ketiga Januari 2026.
Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Jumat, mengatakan wilayah bencana angin puting beliung tersebut, di antaranya di Desa Bilelando sebanyak 3 KK, Desa Jelantik sebanyak 29 KK, Desa Labulia 1 KK, Desa Tanak Awu 1 KK, Teruai 1 KK, Desa Laju 1 KK, Desa Murbaya 1 KK, Desa Nadia 1 KK.
Baca juga: Sejumlah rumah rusak akibat angin kencang di Lombok Tengah
"Total sekitar 41 bangunan yang berdampak di 10 desa," katanya.
Selain itu, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang tersebut mengakibatkan belasan tiang listrik roboh, pohon tumbang dan beberapa jembatan penghubung antara dusun di desa rusak.
"Untuk tiang listrik yang roboh telah ditangani oleh PLN dan petugas gabungan juga langsung melakukan penanganan terhadap pohon tumbang," katanya.
Ia mengatakan selain bencana angin puting beliung, hujan lebat yang terjadi tersebut mengakibatkan bencana banjir di beberapa wilayah, di antaranya di Desa Kabul sebanyak 337 KK yang terdampak, Desa Bonder sebanyak 5 KK, Desa Selong Belanak sebanyak 109 KK, Desa Tanak Rarang 16 KK, Desa Kateng 15 KK, Desa Kuta 27 KK, Desa Pengembur 70 KK, Desa Puyung 5 KK dan Desa Kidang 80 KK.
Baca juga: Angin kencang rusak puluhan rumah di Lombok Tengah
Baca juga: Puluhan pohon tumbang di Lombok Tengah
"Total sebanyak 664 KK yang terdampak banjir," katanya.
Ia mengatakan untuk langkah penanganan telah dilakukan dengan menyalurkan bantuan logistik kebutuhan mendesak dan pihaknya sedang melakukan asesmen ke wilayah yang terdampak.
Saat ini sebagian besar wilayah Lombok Tengah sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim. Potensi hujan cukup signifikan pada 10 hari mendatang, sehingga masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.
"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































