BNPB bantu peralatan bagi korban bencana di huntara Agam

2 weeks ago 13

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantu peralatan tempat tinggal bagi korban yang akan menempati hunian sementara (huntara)di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan bantuan tempat tinggal yang diterima dari BNPB berupa perlengkapan dapur keluarga, perlengkapan mandi, kebersihan diri anak (hygiene kids), matras, selimut, alat kebersihan, biscuit, kasur, kompor dan lainnya.

"Bantuan ini sampai di hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, menggunakan tujuh unit truk pada Kamis (22/1)," katanya.

Ia mengatakan bantuan itu untuk kebutuhan bagi 117 korban yang tinggal di lokasi hunian sementara dengan jumlah 117 unit.

Mereka bakal segera mungkin menempati hunian sementara tersebut, karena pembangunan hunian sementara yang dilakukan TNI dan dibantu 280 Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat bakal rampung dalam waktu dekat.

Baca juga: Mendagri gunakan perahu tinjau pengungsi di Leubok Pusaka

"Progres pembangunan hunian sementara sudah bagus dan berharap bakal selesai pada Jumat (23/1)," katanya.

Ia menambahkan warga yang bakal menempati hunian sementara tersebut masih tinggal di lokasi pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan rumah keluarganya.

Mereka mengungsi setelah rumahnya mengalami rusak berat dampak banjir melanda daerah tersebut, Kamis (27/11/2025) dan ada sebagian yang tinggal di rumah keluarga.

"Ini syarat mereka mendapatkan hunian sementara. Bangunan hunian sementara benar-benar layak dan nyaman untuk dihuni oleh masyarakat," katanya.

Hunian sementara berapa di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dengan jarak sekitar 36 kilometer dari ibukota Kabupaten Agam di Lubuk Basung.

Bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, mengakibatkan 166 orang meninggal dunia, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.

Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.

Baca juga: Aceh Tamiang butuh kepastian pembangunan rumah untuk korban bencana

Baca juga: TNI siapkan pembangunan jembatan bailey dan gantung di Gayo Lues, Aceh

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |