Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 57 jenazah korban tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, dan seluruhnya telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa proses identifikasi dilakukan berdasarkan data antemortem dan postmortem yang dikumpulkan tim DVI sejak hari pertama evakuasi.
Berdasarkan data sementara hingga Minggu (1/2) pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengirimkan 74 kantong jenazah ke pos DVI untuk proses identifikasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan identitas oleh tim forensik.
Sementara itu BNPB mengkonfirmasi berdasarkan data awal dan pembaruan terkini ada sebanyak 517 jiwa pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan 159 jiwa lagi masih memilih bertahan di pengungsian.
Abdul mengatakan bahwa proses identifikasi dilakukan secara cermat guna memastikan kepastian identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
Adapun koordinasi lintas instansi antara Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta rumah sakit rujukan terus dilakukan untuk mempercepat proses penanganan korban.
BNPB mengimbau keluarga korban yang masih menunggu hasil identifikasi agar terus berkoordinasi dengan posko resmi guna memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.
Baca juga: Pencarian korban longsor Bandung Barat diperluas dengan 18 alat berat
Baca juga: Kemenag akan renovasi madrasah-pesantren terdampak longsor di Cisarua
Baca juga: Pakar UPI: Penyebab longsor Cisarua didominasi oleh faktor alam
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































