Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Kimatologui, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Rabu (21/1) sore dan malam hari.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Rabu (21/1) pagi rata-rata berawan.
Sementara pada siang menuju sore hari berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padanglawas Utara, Samosir, Tapanuli Utara, Simalungun, Tapanuli Selatan, dan Toba.
Baca juga: BMKG: Waspada potensi hujan lebat di lereng Rinjani hingga Tambora NTB
Kemudian pada malam hari berawan dan berpotensi hujan ringan di Dairi, Labuhanbatu, labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padanglawan Utara dan Pakpak Bharat, demikian juga pada dini hari juga berawan dan berpotensi hujan ringan di Labuhanbatu Utara, Langkat, dan Toba.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sebelumnya Prakirawan BBMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Rizky Ramadhan mengatakan sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,5 hingga 2,5 Meter dari 19 hingga 22 Januari 2026.
Baca juga: BMKG: Waspada pasang laut hingga 2,9 meter di Kaltim pada 21 Januari
Gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina timur Manila, Bibit Siklon Tropis 968, di Samudra Hindia barat laut Australia, dan Bibit Siklon Tropis 978 di pesisir utara Australia, memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, kata dia, umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, lanjutnya, umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 830 knot.
Baca juga: BMKG ungkap ada awan Cumulonimbus di Maros saat kecelakaan pesawat ATR
Baca juga: BMKG: Cuaca selama Nataru relatif kondusif meski di puncak musim hujan
Pewarta: Juraidi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































