BMKG sebut aktivitas sesar aktif sebabkan gempa di Kolaka dan Koltim

3 weeks ago 8

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa aktivitas sesar aktif menyebabkan terjadinya gempa bumi di wilayah Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa dua daerah di Bumi Anoa tersebut diguncang gempa bumi tektonik, pada pukul 01.44 Wita.

Baca juga: BPBD: 172 bangunan terdampak gempa bumi di Kolaka Timur

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 3,6," kata Nasrol Adil.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4.06 Lintang Selatan (LS), 121,76 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 kilometer Timur Kolaka, Sultra, pada kedalaman 5 kilometer.

Nasrol Adil mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan masyarakat, gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan di daerah Kolaka dan Koltim dengan skala intensitas III-IV MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

"Atau terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderit, dan dinding berbunyi," kata Nasrol Adil.

Baca juga: Pemkab Koltim tetapkan siaga bencana usai diguncang gempa berkali-kali

Baca juga: BPBD: 172 bangunan terdampak gempa bumi di Kolaka Timur

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan dari dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hingga pukul 05.00 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," ucapnya.

Nasrol Adil mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memastikan informasi yang diterima dan disebarkan hanya melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |