Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merekam ada lebih dari 1 juta sambaran petir terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 1 Januari sampai 21 Desember 2025.
"Total kejadian petir sebanyak 1.051.298 sambaran," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan dalam laporan di Mataram, Jumat.
Baca juga: Tersambar petir, 8 kambing tewas dan warga Bima NTB dievakuasi ke RS
Sumawan mengatakan jumlah sambaran petir tertinggi terjadi di Kabupaten Sumbawa yang dominan muncul saat musim hujan.
Kabupaten Sumbawa tercatat mengalami 764.994 kali sambaran petir atau setara 72,77 persen dari total sambaran petir yang terjadi selama periode awal Januari hingga pekan ketiga Desember 2025.
Pusat sambaran petir berada di Ibu Kota Kabupaten Sumbawa, yakni Sumbawa Besar dan memanjang di sepanjang pesisir utara dari perbatasan Kabupaten Sumbawa Barat hingga perbatasan Kabupaten Dompu.
Sambaran petir yang tinggi tersebut merupakan fenomena klimatologis yang memiliki kaitan erat dengan kondisi alam dan dinamika atmosfer.
Stasiun Geofisika Mataram menyebut ada lebih dari 168 sambaran petir per kilometer di zona merah Kabupaten Sumbawa tersebut.
Baca juga: BMKG: Waspadai hujan lebat dan petir di wilayah NTB
Baca juga: BMKG: Waspada hujan lebat disertai petir di NTB 3 hari ke depan
"Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu menempati urutan kedua dan ketiga jumlah sambaran petir tertinggi yang masing-masing sebanyak 119.621 kali dan 77.067 kali," ucap Sumawan.
BMKG mencatat sambaran petir paling sedikit terjadi di Kota Mataram dengan jumlah 2.952 kali dan Kabupaten Lombok Timur sebanyak 2.986 kali selama periode 1 Januari hingga 21 Desember 2025.
Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































