BMKG imbau masyarakat waspada potensi hujan di mayoritas RI pada Kamis

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan di mayoritas wilayah Indonesia pada Kamis.

Prakirawan BMKG, Miftah A. dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Kamis, mengatakan potensi hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Bandung dan Tanjung Selor.

Baca juga: BMKG prakirakan cuaca berawan dan hujan di sejumlah kota Indonesia

"Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, sebagian besar Jawa, dan Palangka Raya," katanya.

Miftah menyebutkan cuaca berawan tebal di wilayah barat diperkirakan menyelimuti Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Pangkalpinang, Palembang, Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin.

Beralih ke bagian timur Indonesia, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Nabire.

Kemudian, lanjut Miftah, potensi hujan ringan diprakirakan mengguyur Denpasar, Kupang, Palu, Mamuju, Kendari, Makassar, Ambon, dan sebagian besar pulau Papua.

"Untuk potensi cuaca berawan dan berawan tebal diprakirakan terjadi di Manado, Gorontalo, dan Mataram. Terdapat juga potensi udara kabur di wilayah Ternate," ujarnya.

Baca juga: BMKG: Waspada hujan lebat disertai angin di Sulsel hingga 26 Maret

Baca juga: BMKG: Waspada hujan disertai kilat-angin di mayoritas kota besar RI

Miftah mengatakan potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia tersebut disebabkan oleh kombinasi dinamika atmosfer.

Salah satu dinamika atmosfer tersebut adalah sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia Barat, Aceh. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Laut Andaman dan perairan barat Aceh.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, maupun media sosial di @infobmkg.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |