BKPM upayakan investor masuk daerah berkolaborasi dengan UMKM

3 months ago 14

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengupayakan investasi yang berupa penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang masuk ke daerah menjalin kolaborasi dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setempat.

"Jadi kalau ada investasi besar, apakah PMA atau PMDN di daerah, diharapkan dapat berkolaborasi atau bermitra dengan UMKM setempat," ucap Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Supaya para investor yang masuk ke daerah mau melakukan kolaborasi dengan UMKM setempat, kata Riyatno, BKPM memfasilitasinya dengan menjalankan program kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM.

"Selain itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga memiliki program fasilitas kemitraan menuju pasar ekspor. Ini adalah upaya pemerintah agar UMKM naik kelas," kata dia lagi.

Baca juga: Presiden Prabowo: Kepercayaan dan Penegakan Hukum Jadi Kunci Keberhasilan Investasi di Indonesia

Lebih lanjut, sebagai bagian dari program kemitraan ini, pihaknya menggelar Talkshow dan Workshop Peningkatan Kompetensi Pelaku Usaha Nasional di Bali, Kamis (6/11), dengan tujuan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia dan kualitas produk agar lebih diterima oleh perusahaan besar.

Terdapat 175 UMKM yang ikut dalam ajang tersebut, dan diharapkan bisa menjalin kolaborasi dengan perusahaan besar agar skala bisnisnya bisa naik kelas.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ayu Heni Rosan menyampaikan, kegiatan peningkatan kompetensi dan kemitraan yang dilakukan BKPM ini juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan dalam rangka memperkuat kapasitas manajerial hingga membuka peluang pasar.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |