BGN: Investasi masyarakat untuk bangun dapur MBG mencapai Rp54 triliun

4 hours ago 5

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat investasi masyarakat mencapai Rp54 triliun telah digunakan untuk membangun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

“Kurang lebih sudah Rp54 triliun uang investor bergerak di sektor pembangunan SPPG,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana saat peresmian SPPG Cijujung 03 di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Dadan mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 27 ribu SPPG yang telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke dan seluruhnya dibangun melalui investasi masyarakat serta mitra.

Ia menjelaskan, pembangunan SPPG oleh masyarakat jauh lebih cepat dibandingkan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pada 2025, BGN memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun, namun hanya mampu membangun 315 unit dan belum seluruhnya dapat dioperasikan.

Sebaliknya, keterlibatan investor memungkinkan percepatan pembangunan dapur MBG secara masif di berbagai daerah.

Dadan menyebut, selama proses pembangunan, satu unit SPPG mampu menyerap sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lokal serta mendorong perputaran material di daerah.

Setelah beroperasi, setiap SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, sekitar 20 persen anggaran digunakan untuk operasional, termasuk menggaji 47 relawan lokal dengan kisaran pendapatan Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per orang, serta 10 persen untuk pengembalian investasi.

“Sekarang tidak pernah terdengar lagi ada produk pertanian yang dibuang-buang, semua termanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Ia menambahkan, program MBG juga telah melibatkan sekitar 1,1 juta relawan di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada sekitar 62 juta penerima, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Menurut Dadan, besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga penggerak ekonomi nasional berbasis komunitas.

BGN berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat terus diperkuat guna memperluas jangkauan SPPG, termasuk ke wilayah terpencil yang ditargetkan mencapai 9 ribu unit untuk melayani sekitar 3 juta penduduk.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |