BGN dorong sektor pertanian Jayawijaya guna dukung program MBG

2 weeks ago 7
pemerintah daerah semestinya mendorong sektor pertanian dan perkebunan untuk dapat memenuhi standar pemenuhan kebutuhan sayuran

Wamena (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Papua Pegunungan mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya guna mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama di Wamena, Selasa, mengatakan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Jayawijaya terus didorong untuk dapat memenuhi standar pemenuhan harian program MBG.

“Saat ini kita telah memiliki tiga dapur MBG, dan setiap dapurnya melayani 3.000-4.000 penerima manfaat. Sayur yang dibutuhkan setiap porsinya adalah 200 gram, sehingga 200 gram dikali dengan estimasi penerima manfaat anggaplah 10.500, maka sayuran segar yang dibutuhkan setiap harinya mencapai 2,1 ton,” katanya.

Menurut dia, untuk sayuran ada yang tidak terpakai atau rusak sehingga membutuhkan penanganan ekstra dalam memenuhi standar pelayanan program MBG di Kabupaten Jayawijaya.

Baca juga: 2026, BGN targetkan peningkatan kualitas layanan SPPG

“Kami gunakan seluruh jenis sayuran yang tumbuh di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya seperti buncis, kubis (kol), kentang, kancang panjang, sawi, bayam, termasuk kangkung yang biasa didatangkan dari Jayapura melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemenuhan sayuran untuk program MBG di Kabupaten Jayawijaya masih sangat kekurangan sehingga pihaknya harus mencari hingga ke luar Wamena.

“Kebutuhan sayur memang sangat kurang di Wamena untuk memenuhi standar MBG, kalau pun ada harganya tidak masuk dalam standar minimum harga sayuran sesuai prosedur sehingga biasanya karyawan dapur harus turun sendiri mencari di lapangan. Bahkan, kami harus beli hingga ke Jayapura,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah daerah semestinya mendorong sektor pertanian dan perkebunan untuk dapat memenuhi standar pemenuhan kebutuhan sayuran dan buah-buahan di Kabupaten Jayawijaya.

Baca juga: BGN: Program MBG jangkau 58.3 juta penerima manfaat per 19 Januari ini

“Masyarakat harus dapat kembali menanam, karena tanah dan kondisi di Wamena sangat bagus untuk pertanian. Tanpa, pupuk pun sayuran bisa tumbuh dengan baik dengan,” ujarnya.

Dia menyatakan petani tidak perlu khawatir tentang hasil pertaniannya seperti sayuran apakah nanti dibeli atau tidak ketika ditanam dalam jumlah besar.

“Salah satu tujuan utama program MBG adalah meningkatkan kesejahteraan petani, maka sayuran segar seusai panen langsung bawa saja ke tiga dapur MBG yang ada di Wamena, kami pastikan akan dibeli semuanya sesuai standar harga yang telah ditentukan,” katanya.

Baca juga: SPPG Mustikasari Bekasi bantah video viral menu MBG tak sesuai gizi

Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |