BGN Cianjur telusuri penyebab keracunan siswa di tiga kecamatan

1 week ago 6
...Kami sudah mengirim sampel makanan dan muntahan korban keracunan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan

Cianjur (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menelusuri penyebab kasus keracunan massal yang menimpa sekitar 300 siswa di tiga kecamatan di Cianjur yang sebagian besar sudah kembali pulih setelah mendapat pertolongan medis.

Koordinator Wilayah BGN Cianjur Sirojudin di Cianjur, Rabu, mengatakan pascakejadian ratusan siswa mengalami keracunan di tiga kecamatan, Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon pihaknya mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk dikirim ke laboratorium.

"Kami sudah mengirim sampel makanan dan muntahan korban keracunan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan, guna memastikan penyebabnya," kata dia.

Sehingga pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya karena hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan dari laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari ke depan, namun penanganan tetap dilakukan mengacu pada prosedur yang berlaku.

Baca juga: Pemkab Cianjur berhentikan dua SPPG terkait keracunan siswa

Ketika dugaan keracunan terjadi di dapur MBG, makan untuk sementara ditutup sampai hasil pemeriksaan keluar, dimana pihaknya akan menerbitkan surat resmi terkait penutupan sementara.

“Kami akan menerbitkan surat resmi dari pengawas terkait penutupan sementara dapur yang memasok MBG ke sekolah-sekolah yang siswanya mengalami keracunan," katanya.

Saat ini, ungkap dia, pihaknya melakukan koordinasi lebih lanjut dengan seluruh SPPG terkait, termasuk di wilayah Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon serta melakukan evaluasi terkait pengolahan sampai pendistribusian.

“Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan dengan tujuan agar kejadian seperti ini tidak terulang, dan ketika terjadi ada penanganan khusus salah satunya penutupan sementara dapur,” katanya.

Sementara terkait 300 orang siswa yang mengalami keracunan di tiga kecamatan, berdasarkan laporan dari kepala dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan menyebutkan sebagian besar dinyatakan sembuh, tinggal empat orang masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Baca juga: BGN: SPPG dilarang tolak pasokan UMKM, petani, dan peternak kecil

Baca juga: SPPG wajib buat perjanjian waktu konsumsi terbaik MBG dengan sekolah

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |