Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan pihaknya telah mencairkan anggaran sebesar Rp32,1 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun 2026.
"Hari ini, BGN sudah mencairkan Rp32,1 triliun. Belum ada sejarah kementerian yang mencairkan jumlah sebesar itu selama 1,5 bulan. Anggaran itu, 70 persen untuk bahan baku, 20 persen operasional, termasuk gaji karyawan SPPG, dan 10 persen insentif bagi mitra," ujar dia dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat.
Dadan menyampaikan berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, setiap Rp1 yang dikeluarkan BGN akan menumbuhkan ekonomi kurang lebih tujuh kalinya.
Baca juga: Kepala BGN sebut 60 persen pegawai SPPG kini bisa beli motor
"Berdasarkan prediksi World Bank, investasi terhadap nutrisi akan kembali 23 kali untuk jangka panjang, maka investasi kita dengan MBG itu nanti return-nya akan tinggi," katanya.
Menurutnya, MBG juga mampu mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) melalui konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.
Dadan memaparkan tahun ini, anggaran BGN tercatat sebesar Rp286 triliun dengan dana cadangan Rp67 triliun, sehingga mencapai Rp335 triliun, dan 93 persen anggaran tersebut dialirkan BGN melalui KPPN langsung ke SPPG di setiap provinsi.
"Uang yang cair ke mereka (SPPG) tiap bulan itu Rp1 miliar, 70 persen untuk bahan baku, 20 persen untuk karyawan, dan 10 persen untuk insentif mereka yang membangun SPPG," tuturnya.
Tak hanya itu, melalui Program MBG, kebutuhan akan semua bahan pangan juga mulai naik, karena untuk satu SPPG saja misalnya, untuk sekali makan, membutuhkan pisang sebanyak 3.000 buah.
"Petani hidroponik, pegawai pabrik tahu juga mulai bangkit kembali. Permintaan susu juga meningkat, karena satu SPPG dalam satu hari itu butuh 450 liter susu, sudah banyak sekarang pengusaha susu yang punya cold storage (pendingin) yang disiapkan untuk mendukung MBG," ucap Dadan.
Dadan menyampaikan investasi pada nutrisi merupakan salah satu cara mewujudkan perekonomian yang pintar. Oleh karena itu, BGN kini berperan dalam dua hal, yakni menciptakan permintaan dan menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada.
Baca juga: Prabowo: Dapur MBG diproyeksi serap 1,5 juta pekerja
Baca juga: BGN sebut program MBG kini telah didukung 23.000 dapur layanan SPPG
"BGN sekarang berperan dalam dua hal, menciptakan demand, yang diberi makna sama, tetapi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat adalah makanan yang belum pernah mereka makan, sekaligus menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada, dengan MBG ini lapangan kerja diciptakan, karena satu SPPG membutuhkan 50 orang dan harus ada pemasok," ucapnya.
Menurutnya, melalui MBG, tumbuh wirausaha-wirausaha baru yang meningkatkan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































