Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat bagi warga terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dasar masyarakat di tengah kondisi darurat.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI Saidah Sakwan mengatakan ketersediaan sanitasi layak menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi darurat bencana.
Baca juga: Baznas salurkan bantuan sarana pendidikan ke madrasah di Pidie Aceh
"Penyediaan MCK darurat menjadi prioritas, karena menyangkut kesehatan dan kebersihan warga pengungsi," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Saidah menerangkan pembangunan MCK darurat di Desa Manyang Cut saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan terus dipercepat agar segera dapat digunakan oleh masyarakat terdampak banjir.
"Baznas berupaya memastikan fasilitas ini bisa dimanfaatkan secepat mungkin oleh warga," ujarnya.
Lebih lanjut, Saidah mengungkapkan selain pembangunan MCK darurat, Baznas RI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lainnya berupa makanan siap saji untuk pengungsi, layanan tenaga medis, serta dukungan logistik di lokasi terdampak.
"Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus mencakup aspek kesehatan, logistik, dan pendampingan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Baznas dirikan dapur umum di Pidie Jaya, layani 1.200 korban bencana
Baca juga: Baznas RI salurkan bantuan makanan untuk korban banjir di Pidie Jaya
Saidah menjelaskan untuk mendukung upaya tersebut, Baznas RI mengerahkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang bertugas membantu distribusi bantuan, pendampingan warga, serta koordinasi dengan pihak terkait di daerah.
"Baznas akan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan," tutur Saidah Sakwan.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































