Batam Solidarity Airshow 2025 untuk Sumatera

1 month ago 22
Batam Solidarity Airshow 2025 bertujuan untuk menyampaikan dukungan seluruh masyarakat Batam untuk Sumatera, sekaligus menegaskan peran TNI AU tidak hanya menjaga kedaulatan NKRI sekaligus untuk kemanusiaan.

Batam (ANTARA) - Ada yang beda di langit Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (18/12) pagi itu. Tidak seperti tiga hari sebelumnya, langit berwarna kelabu, menumpahkan hujan dengan intensitas ringan dengan jeda tak menentu, merata di seluruh wilayah.

Tiga hari yang mendung itu, cukup membuat pikiran lebih memilih berbaring di rumah ketimbang menerobos hujan gerimis untuk tujuan tertentu, atau berangkat kerja bagi si pengendara roda dua.

Kamis pagi itu, terlihat langit sangat biru dihiasi awan putih, dengan pancaran matahari yang hangat menghalau udara dingin setelah tiga hari ditemani gerimis kelabu.

Perubahan cuaca yang cukup signifikan itu membuat Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin pun berseloroh, bahwa langit Kota Batam kembali cerah karena dirinya telah kembali ke Batam setelah hari-hari hujan itu berada di Jakarta.

Di sisi lain, seolah Sang Pemilik Alam tau, bahwa ada hajat mulia yang sedang diupayakan pemerintah dan masyarakat di langit biru Kota Batam. Sebuah misi kemanusiaan yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Batam bersama Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim yakni menggalang donasi untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara melalui Batam Solidarity Airshow 2025.

Batam Solidarity Aishow 2025 merupakan kegiatan kerdirgantaraan yang melibatkan pesawat tempur F-16 terbang di langit Kota Batam pada momentum Hari Jadi ke-196 Kota Batam.

Pemandangan spektakuler ketika F-16 Fighting Falcon terbang dapat dilihat di daerah Seraya, Kecamatan Batu Ampar yang dijuluki sebagai Puncak nya Kota Batam. Hamparan laut dengan kesibukan kapal-kapal tankernya dan daratan yang dipadati pemukiman penduduk serta gedung bertingkat, berpadu jadi satu di atas langit yang sama.

Landmark ikonik yang terletak di Bukit Clara, Teluk Kering, bertuliskan "Welcome To Batam" yang disingkat jadi WTB oleh masyarakat kota itu, terlihat seperti gudukan (perahu) kecil. Dua pesawat tempur milik TNI AU itu pun bermanuver di atas langit yang biru.

Baca juga: Lanud Hang Nadim-Pemkot Batam sinergi galang donasi untuk Sumatera

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |