Kendari (ANTARA) - Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengirimkan sebanyak 15 personel terpilih untuk membantu pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Maros-Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Basarnas Kendari Amiruddin saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan pengiriman personel tersebut berdasarkan permintaan resmi dari Direktur Operasi Basarnas, yang disebut Bra SAR, untuk keperluan perbantuan Operasi SAR kecelakaan pesawat yang hilang kontak di Sulsel.
"Berdasarkan Bra SAR tersebut, kami berangkatkan personel menggunakan jalur udara untuk memberikan bantuan perkuatan dan dukungan alat utama kepada Basarnas Makassar," kata Amiruddin.
Baca juga: Basarnas paparkan perjuangan tim gabungan evakuasi korban pesawat ATR
Dari total personel terpilih yang dikirim tersebut, kata dia, 14 orang merupakan tim penyelamat dan satu perawat.
"Kami kirim personel tersebut beserta dengan alat-alat utama keselamatan untuk membantu tim SAR gabungan yang saat ini tengah melakukan pencarian terhadap para korban di pegunungan," ujarnya.
Adapun peralatan utama untuk membantu pencarian korban, kata dia, antara lain peralatan komunikasi, peralatan SAR medis, peralatan SAR gunung hutan, peralatan SAR evakuasi di ketinggian, dan peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Baca juga: Jenazah kecelakaan pesawat ATR bertambah tiga orang
Baca juga: Medan ekstrem, Basarnas: Doakan keselamatan tim pencari korban ATR
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































