Banjir rendam rumah, warga Pantura Subang mengungsi di kolong jembatan

4 days ago 4
Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang

Subang (ANTARA) - Ratusan warga terdampak banjir di wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan, karena banjir masih merendam rumah mereka.

"Sudah berhari-hari banjir belum surut. Jadi harus mengungsi," kata Didi, salah seorang warga terdampak banjir di wilayah Pamanukan, Subang, Sabtu.

Ia bersama keluarga dan tetangganya memilih untuk mengungsi di area kolong jembatan, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga mudah untuk mengevakuasi barang-barang yang masih ada di rumah.

Baca juga: Banjir sepekan terakhir di Subang, rendam ribuan rumah 51 desa

Area di kolong jembatan, kata dia, selalu menjadi tempat pengungsian warga terdampak banjir setiap kali terjadi banjir.

Ditanya mengenai tempat pengungsian yang disediakan pemerintah, diakuinya pemerintah daerah (pemda) memang telah menyediakan lokasi pengungsi, tapi lokasinya terlalu jauh, sehingga mereka memilih untuk tetap mengungsi di kolong jembatan.

"Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," ucap Didi.

Sementara itu berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, hingga Sabtu pagi ini banjir di sekitar Kecamatan Pamanukan telah merendam 5.679 rumah di delapan desa.

Baca juga: Kemensos pastikan kebutuhan ribuan korban banjir di Subang tercukupi

Sedangkan untuk data banjir se-wilayah Subang, hingga kini banjir merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa, tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa terdampak banjir tersebut.

Banjir yang telah berlangsung selama sepekan juga dilaporkan telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan 2.884 hektare areal persawahan.

BPBD Subang melaporkan terdapat 276 KK atau 645 jiwa yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.

Baca juga: BPBD Jabar catat 28 kecamatan terdampak banjir di Karawang dan Subang

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |