Banjir Jakarta, Kali Cakung Lama segera dinormalisasi

2 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan normalisasi Kali Cakung Lama yang saat ini kondisinya menjadi hambatan utama (bottleneck) untuk mengatasi banjir di Kelapa Gading hingga Cilincing, Jakarta Utara.

“Seperti kita ketahui bersama, saya mengecek langsung, memang di Kali Cakung Lama ini terjadi 'bottleneck'," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo usai meninjau Kali Cakung Lama Segmen Sungai Begog, Jakarta Timur, Jumat.

Luapan sungai ini menyebabkan beberapa kawasan dilanda banjir di antaranya Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, Pegangsaan Dua dan sebagainya.

Pramono menjelaskan, titik tersebut merupakan "bottleneck" utama sebelum air turun ke laut.

Untuk itu, ia meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin untuk segera melakukan normalisasi kali sepanjang kurang lebih 2 kilometer (km) di wilayah itu.

Baca juga: Sungai di Jakarta dikeruk untuk atasi banjir

Baca juga: Banjir Jakarta, 125 RT dan 14 ruas jalan masih terendam

Normalisasi kali ini menjadi program prioritas. "Saya tadi sudah tanya secara langsung kepada penduduk, dulu kenapa tidak dilakukan karena memang sebagian pasti masih keberatan," katanya.

Tapi karena dari waktu ke waktu di sini selalu banjir, apalagi dalam dua minggu ini terjadi banjir yang sama, sekarang sebagian besar masyarakat sudah bersedia untuk dilakukan normalisasi.

Pramono menyebutkan, hal itu harus dilakukan karena beberapa sungai saat ini lebarnya hanya sekitar dua meter. Padahal awalnya sungai tersebut memiliki luas sekitar 20 meter.

Pramono mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat bersama jajaran untuk membahas terkait rencana normalisasi itu. "Supaya Kelapa Gading dan sebagainya tidak berdampak seperti sekarang," katanya.

Baca juga: Hujan sangat lebat berpotensi guyur Jakarta hingga 24 Januari 2026

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |