Banjir Bekasi meluas, 19.408 KK di terpaksa puasa di tengah banjir

3 hours ago 5
Di wilayah selatan, Desa Sukamekar dilaporkan terendam dengan TMA 30-100 cm. Kejadian longsor di beberapa desa, diantaranya Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam dan Jayasampurna

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 19.408 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terpaksa menjalani bulan puasa di tengah genangan akibat terdampak banjir setelah wilayah itu diguyur hujan seharian sejak kemarin (19/2) malam.

"Tadi siang jumlah KK terdampak mencapai 17 ribu lebih, namun malam ini banjir meluas hingga berdampak pada 19 ribu lebih KK," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis di Cikarang, Jumat.

Ia menjelaskan genangan air meluas pada 75 titik yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan. Dari 19.408 KK terdampak, 94 KK atau 376 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam, termasuk akses lingkungan yang terputus.

"Tim masih melakukan pendataan lanjutan. Evakuasi dan distribusi bantuan logistik sudah dilakukan di sejumlah lokasi terdampak," katanya.

Wilayah Kecamatan Babelan menjadi salah satu episentrum banjir. Genangan dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20-40 centimeter (cm) merendam Desa Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, dan Buni Bakti.

Baca juga: BNPB: Hujan deras dalam 24 jam picu banjir di Cirebon, Bekasi, Jakarta

Genangan air terpantau di wilayah perumahan Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Di Kelurahan Kebalen, longsor dilaporkan terjadi di dua titik permukiman warga. Sementara itu Kecamatan Tambun Utara mencatat dampak lebih luas. Banjir dengan TMA 30-100 cm menggenangi Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti dan Sriamur.

Di wilayah ini,angin puting beliung juga dilaporkan menerjang Desa Srimukti, sementara longsor terjadi di Desa Karangsatria. Di Kecamatan Cikarang Utara, banjir tercatat paling parah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 170 cm.

Genangan merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja hingga memutus akses jalan lingkungan dan memaksa warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Di Kecamatan Cabangbungin, banjir merendam Desa Jayalaksana dengan TMA 20-40 cm, sementara Desa Setialaksana dilaporkan terdampak angin puting beliung.

Banjir juga meluas ke Kecamatan Cibitung, merendam Kelurahan Wanasari, Desa Wanajaya dan Desa Sarimukti. Di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong, banjir menggenangi Desa Pantai Harapan Jaya dan Bojongsari.

Baca juga: Sejumlah perumahan di Tambun Sungai Angke Bekasi dikepung banjir

"Di wilayah selatan, Desa Sukamekar dilaporkan terendam dengan TMA 30-100 cm. Kejadian longsor di beberapa desa, diantaranya Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam dan Jayasampurna," katanya.

Longsor terjadi di beberapa titik tebing dan lereng permukiman, meski belum ada laporan korban jiwa. Hingga Jumat malam, BPBD mencatat ada tiga lokasi pengungsian yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua titik di Desa Karangraharja.

"Total pengungsi mencapai 376 jiwa. Selain permukiman, 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal," ucapnya.

Pihaknya bersama BPBD Provinsi Jawa Barat (Jabar), TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS dan PJT II melakukan pendataan, evakuasi, pendirian tenda pengungsian hingga distribusi bantuan logistik.

Muchlis menegaskan fokus utama penanganan adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia serta penyandang disabilitas.

Baca juga: Dinkes Bekasi siagakan layanan 24 jam korban banjir

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen cepat di lapangan karena potensi genangan masih bertambah.

"Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul," ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan distribusi logistik yang difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak, mencakup makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, air bersih, selimut serta kebutuhan bayi dan lansia.

"Selama Ramadhan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus," kata dia.

Baca juga: Butuh bantuan, 3 pekan Tambun Angke Bekasi banjir hingga 1,5 meter

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |