Banjir 50 cm, akses jalan lintas barat Sumatera di Bengkulu ditutup

1 month ago 24
Kami melakukan penutupan jalan yang melintasi Jalan Kalimantan, Kelurahan Rawa Makmur, karena  debit air mengalami peningkatan sehingga sulit dilalui oleh kendaraan

Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu menutup sementara akses atau ruas jalan lintas barat Sumatera yang berada di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu, karena banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis (1/1/2026) malam.

Untuk ketinggian air yang menggenangi jalan tersebut mencapai 50 centimeter sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melewati ruas jalan tersebut.

"Kami melakukan penutupan jalan yang melintasi Jalan Kalimantan, Kelurahan Rawa Makmur, karena debit air mengalami peningkatan sehingga sulit dilalui oleh kendaraan," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Muara Bangkahulu Kota Bengkulu AKP Muhammad Taslim di Bengkulu, Sabtu.

Baca juga: Jalan Lintas Sumatera di OKU sumsel lumpuh total akibat banjir 1 meter

Penutupan jalan tersebut juga dilakukan karena banyaknya kendaraan, khususnya roda dua, yang mengalami mati mesin karena nekad menerobos ruas jalan yang terendam banjir.

Untuk itu pihaknya mengalihkan ke Jalan Kuala Bengkulen karena debit air telah mengalami kenaikan sejak Jumat (2/1) malam.

Selain menutup ruas jalan di Kelurahan Rawa Makmur, puluhan rumah di sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu juga terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi yaitu hingga 50 centimeter akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca juga: Jalan Lintas Sumatera OKU lumpuh total akibat banjir

Sejumlah wilayah yang terendam banjir di Kota Bengkulu antara lain di Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Jaya, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Kebun Beler, di Kecamatan Ratu Agung, serta Kelurahan Penurunan di Kecamatan Ratu Samban, dan Kelurahan Bumiayu di Kecamatan Selebar.

Salah seorang warga di Kelurahan Rawa Makmur, Adios menerangkan air tersebut merupakan kiriman dari Kabupaten Bengkulu Tengah yang mengalami pasang air laut penyebab banjir.

"Kalau hujan terus terjadi, debit air banjir akan kembali tinggi dan merendam pemukiman warga," ujar dia.

Baca juga: Jalinsum Tarahan sudah bisa dilalui kendaraan

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |