Jakarta (ANTARA) - Atlet termuda di dalam tim para angkat berat Indonesia, Delima Yunia Susanti, ingin memberikan kejutan positif saat tampil pertama kali atau debut di ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025, pada 20-26 Januari.
Atlet berumur 15 tahun itu mengatakan, ajang tersebut menjadi panggung penting bagi langkah awalnya di level elite regional, sehingga tidak akan disia-siakan untuk membawa pulang medali dan berkontribusi untuk negara.
"Meski sejujurnya, APG 2025 lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya, karena selama masa persiapan benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang banyak," kata Delima yang bersiap menuju hari keberangkatan ke Thailand, di Solo, Rabu.
Baca juga: Hilman yakin rebut emas meski debutan dalam ASEAN Para Games 2025
Dia mengaku, membutuhkan waktu selama 5 tahun sejak pertama kali terjun ke turnamen, hingga menembus level multievent olahraga se-Asia Tenggara itu.
Bermodalkan pengalaman yang relatif singkat, namun sarat prestasi, perempuan asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu ingin membuktikan bahwa atlet muda juga sangat berambisi memberikan sumbangsih medali.
Selain itu, bersaing dengan para senior dari negara lawan, juga momentum yang bagus untuk terus mengembangkan diri, sekaligus mengelola tekanan mental sebagai atlet muda di level internasional.
"Selain mengejar hasil (medali), saya ingin menambah pengalaman agar ke depan bisa tampil lebih matang," ujar siswa SMPN 1 Pasundan, Jawa Barat tersebut.
Perjalanan karier Delima dimulai dari Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) Jawa Barat (Jabar) 2022.
Baca juga: Angkat berat jadikan APG 2025 sasaran antara untuk Asian Para Games
Perkembangannya berlanjut guna mewakili Jabar pada tingkat nasional atau Peparnas 2024, Solo, dengan berhasil merebut medali perak.
Pencapaian tersebut membuatnya dilirik National Paralympic Committee Indonesia (NPC) Indonesia guna bergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas)
Delima semakin diperhitungkan setelah tampil di Asian Youth Para Games 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.
Pada ajang itu, dia sukses menggondol medali emas kelas -79 kilogram putri, sekaligus memecahkan rekor Asia dengan angkatan 88 kilogram.
Baca juga: Tim para bulu tangkis antisipasi kekuatan tiga negara di APG 2025
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































