ASITA NTT sarankan pelayaran kapal wisata parsial di Labuan Bajo

2 weeks ago 14

Kupang, NTT (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyarankan penerapan pelayaran secara parsial untuk kapal wisata di Labuan Bajo sebagai alternatif menyusul larangan berlayar akibat cuaca buruk yang berlaku pada 20-27 Januari 2026.

“Kita masih bisa memberlakukan buka tutup parsial. Artinya, jika pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo atau spot-spot wisata yang lebih jauh dinilai berbahaya karena cuaca buruk, izin tetap diberikan ke destinasi terdekat yang masih untuk dikunjungi,” kata Ketua ASITA NTT Oyan Kristian dihubungi dari Kupang, Selasa.

Menurut dia, wisatawan yang ingin melihat Komodo misalnya, dapat diarahkan ke Pulau Rinca. Sedangkan aktivitas snorkeling bisa dilakukan di spot-spot dekat Labuan Bajo yang dinilai aman, seperti Pulau Seraya dan Kanawa.

Hal itu ia sampaikan menanggapi surat edaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo yang menutup sementara aktivitas pelayaran kapal wisata maupun kapal lainnya akibat potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut, pada 20-27 Januari 2026.

Oyan menjelaskan penutupan pelayaran yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 yang terus berlanjut hingga kini, telah memicu banyak pembatalan perjalanan wisata (trip) serta permasalahan pengembalian dana (refund) di sektor pariwisata setempat.

“Pembatalan trip akibat larangan berlayar ke wilayah perairan sekitar Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo sangat berdampak pada ekonomi masyarakat NTT, khususnya Labuan Bajo yang sangat bergantung pada sektor wisata,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kewenangan pemberian izin berlayar sepenuhnya berada di tangan otoritas, yakni KSOP atau Syahbandar. Namun demikian, ASITA berharap kebijakan penutupan dapat dikaji kembali agar tidak diberlakukan secara menyeluruh.

“Kami tetap sampaikan bahwa prioritas utama adalah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tamu. Jika berdasarkan data BMKG suatu wilayah dinilai tidak aman, tentu keputusan sepenuhnya kami kembalikan kepada KSOP atau Syahbandar,” katanya.

Ia menambahkan apabila pelayaran parsial dapat diterapkan melalui destinasi alternatif yang jauh lebih aman dan dekat tentu dapat menjaga keberlangsungan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama agar pariwisata Labuan Bajo tidak benar-benar terhenti, karena pariwisata jadi sektor utama di daerah ini. Kalau aktivitas wisata dan destinasi ditutup pastinya sangat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” katanya.

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |