AS pertimbangkan longgarkan sanksi minyak Iran di kapal tanker

5 hours ago 3

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap minyak Iran yang tersimpan di kapal tanker lepas pantai guna menambah pasokan global dan menekan harga energi, kata Menteri Keuangan Scott Bessent, Kamis.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami mungkin mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang berada di laut. Jumlahnya sekitar 140 juta barel,” ujar Bessent kepada Fox News.

Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.

Pernyataan itu muncul di tengah eskalasi konflik kawasan sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal di berbagai wilayah serta menutup secara efektif Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi global.

Selat tersebut biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari serta sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga gangguan di kawasan itu memicu tekanan signifikan pada pasar energi global.

Bessent mengatakan bahwa Amerika Serikat berencana memanfaatkan pasokan minyak Iran tersebut untuk menekan harga energi dalam jangka pendek, selama 10 hingga 14 hari ke depan "saat kami melanjutkan kampanye ini."

Sumber: Anadolu

Baca juga: 1,67 juta ton minyak tujuan India tertahan di Selat Hormuz

Baca juga: Krisis Hormuz, produksi minyak kawasan Teluk anjlok hampir 7 juta bpd

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |