Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memperkuat mitigasi bencana dalam menghadapi cuaca ekstrem pada musim hujan ini, termasuk banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta, khususnya saat malam pergantian tahun.
“Kami memastikan kesiapsiagaan penuh menghadapi cuaca ekstrem tersebut,” kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis data teranyar di Jakarta Utara bahwa cuaca diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir khususnya pada malam hingga dini hari menjelang pergantian tahun.
"Wilayah pesisir Jakarta Utara juga kita waspadai terjadi banjir rob. Kami siagakan penuh meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Utara Heria Suwandi mengatakan kesiapsiagaan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengedepankan aspek pencegahan dan respons cepat di lapangan.
Baca juga: Sebelas pejabat baru DKI diminta siaga hadapi cuaca ekstrem
Selain itu, koordinasi lintas sektor bersama sejumlah pihak yang berpotensi terdampak banjir rob, seperti Pelabuhan Nizam Zahman, Pelindo Muara Baru, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta PT Taman Impian Jaya Ancol yang telah dilakukan sejak 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan Jakarta Utara memiliki karakter wilayah pesisir dengan kerawanan banjir rob yang tinggi.
“Kami siapkan karung (geobag), karung pasir (sandbag), serta pompa portabel dan stasioner di titik-titik rawan. Seluruh personel juga kami siagakan agar dapat merespons cepat apabila terjadi genangan maupun pasang laut ekstrem,” katanya
Ia mengatakan kesiapan teknis di sejumlah lokasi strategis juga disiagakan mulai dari penanggulangan sementara, pengecoran rembesan tanggul, hingga penempatan pompa portabel untuk mempercepat pengendalian genangan.
Dia menyebutkan, pompa portabel ditempatkan mulai 30 Desember 2025 sampai 7 Januari 2026, seperti di dua unit Indopump di Rumah Pompa Stasioner Muara.
Baca juga: Jakarta antisipasi cuaca ekstrem dan pohon tumbang
Kemudian, dua unit HSP 20 dan Inopump Putih di Kali Gendong Muara Angke, satu unit HSP 60 di PLTU Muara Karang, satu unit di Pelabuhan Sunda, satu unit HSP 20 di Plusing Ancol.
Kemudian, satu unit pompa portabel di Koyo Cabe Lodan, satu unit pompa portabel di Jalan Gunung Sahari, dua unit pompa portabel di Jalan RE Martadinata, satu unit pompa portabel di ketel uap, satu unit pompa portabel di Marunda Pitung STIP, satu unit di Ancol Danau dan satu unit HSP 60 Ancol Dermaga 5 Marina.
“Hingga akhir Desember 2025, penanganan lapangan telah kami lakukan di kawasan Marunda, Penjaringan, Koja, Pademangan, serta area pelabuhan dan Ancol," kata dia
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































