Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat memangkas 60 pohon yang tersebar di delapan kecamatan sebagai langkah antisipasi tumbang saat cuaca ekstrem.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma mengatakan bahwa salah satu titik yang difokuskan adalah Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk.
"Total yang ditoping (dipangkas) hari ini sebanyak 60 pohon," kata Dirja saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Pihaknya mengerahkan 116 personel serta 17 truk pengangkut dalam kegiatan pemangkasan serentak itu.
Baca juga: Jakarta tingkatkan antisipasi bencana
Personel gabungan dari Suku Dinas (Sudin) Tamhut Jakarta Barat dengan Bidang Jalur Dinas Tamhut DKI dan masing masing Satpel kecamatan, totalnya 116 orang. Kendaraan yang dikerahkan sebanyak 17 truk dan satu mobil pengangkat beban (crane).
Sebelumnya, Sudin Tamhut Jakarta Barat (Jakbar) menambah personel pemangkasan pohon di setiap Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan untuk mengantisipasi pohon tumbang pada musim hujan.
"Kita bakal menambah personel pemangkasan. Jadi yang kita tambah itu petugas yang bisa operasikan sensor," kata Dirja saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/12).
Setiap Satpel Tamhut Kecamatan akan mendapat tambahan empat hingga lima personel pemangkasan pohon.
Baca juga: DKI antisipasi rob hingga 7 Januari
Saat ini Sudin Tamhut Jakbar punya 12 tim pemangkasan yang terdiri dari delapan untuk setiap kecamatan dan empat di tingkat kota. Setiap tim ada enam sampai tujuh personel sehingga totalnya dari 12 tim itu 80 personel.
Personel tambahan itu akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025. "Nah, yang kita tambah itu untuk satpel di setiap kecamatan," katanya.
Selama tahun 2025, pihaknya telah melakukan pemangkasan pohon di delapan wilayah kecamatan untuk mencegah kejadian tumbang.
"Hingga bulan Desember 2025 Minggu kedua, kita telah melakukan pemangkasan ringan, sedang, berat, tebang, sempal dan tumbang, itu sekitar 9.346 pohon," ujar Dirja.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































