ANTAM bantah ada ledakan di area tambang

3 weeks ago 16

Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait adanya ledakan di area tambang, serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks).

“Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk Wisnu Danandi Haryanto ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Rabu.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali.

Wisnu juga menyampaikan bahwa Antam memastikan tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.

“Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Wisnu.

Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang.

Berbagai media massa ramai memberitakan ihwal ledakan tambang emas Antam di Bogor, Jawa Barat.

Petugas disebut belum dapat mendekati atau memasuki tempat kejadian perkara (TKP) akibat kadar gas di sekitar lokasi yang disebut berada pada level tinggi dan membahayakan keselamatan.

Baca juga: Laba Antam tumbuh 197 persen jadi Rp6,61 triliun di kuartal III-2025

Baca juga: Antam nyatakan siap beli emas dari tambang rakyat yang legal

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |