Jakarta (ANTARA) - Perusahaan manajer investasi PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) menilai obligasi Pemerintah Indonesia memiliki prospek yang cerah berkat fundamental makroekonomi yang solid.
“Fundamental makro Indonesia yang solid, inflasi yang terjaga, serta kebijakan fiskal yang memperkuat kepercayaan investor telah membantu stabilisasi rupiah meskipun volatilitas global meningkat,” kata Fixed Income Portfolio Manager AllianzGI Indonesia Akuntino Mandhany dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Pasar obligasi Pemerintah Indonesia disebut menjadi salah satu segmen yang paling tangguh di Asia meskipun menghadapi kondisi global yang menantang.
Akuntino menyebut kekuatan utama pasar obligasi Indonesia saat ini berasal dari kombinasi faktor domestik yang tetap sehat, seperti likuiditas yang stabil dan permintaan solid dari bank, asuransi, hingga dana pensiun.
Meski investor asing sempat mencatat arus keluar bersih dalam beberapa bulan terakhir, pasar tetap terjaga berkat fondasi domestik yang kokoh.
Lebih lanjut, ia melihat Indonesia menawarkan prospek yang konstruktif bagi investor obligasi seiring memasuki tahap akhir siklus suku bunga global. Valuasi di seluruh tenor tetap menarik, dengan imbal hasil masih menawarkan premi risiko yang sehat.
“Dengan kondisi ini, obligasi Indonesia menjadi opsi diversifikasi yang menarik bagi portofolio regional dan global dengan stabilitas serta visibilitas makro yang semakin membaik,” katanya pula.
Dari perspektif global, AllianzGI melihat pasar obligasi internasional tengah memasuki fase yang penuh peluang, seiring perubahan arah kebijakan berbagai bank sentral utama.
Sementara pada sisi pasar kredit, AllianzGI menilai sektor kredit global juga memasuki fase akhir siklus, ditandai dengan meningkatnya kebangkrutan perusahaan dan volatilitas bank-bank regional AS.
Meski demikian, risiko sistemik dinilai masih dapat dikelola dan pasar kredit publik tetap berada dalam kondisi baik meskipun valuasi ketat.
Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup melemah seiring "profit taking" pelaku pasar
Baca juga: Danantara siapkan rencana penerbitan surat utang global
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































