Medan (ANTARA) - Satuan Tugas Zidam I/Bukit Barisan merampungkan jembatan permanen di Sungai Mahassan, Desa Sitolu Bahal, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara sebagai penghubung akses warga.
"Jembatan tersebut kini telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Selasa.
Asrul mengatakan saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen, dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Lebih lanjut, ia mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Baca juga: TNI bangun jembatan Aramco pulihkan akses jalan di desa Tapanuli Utara
"Pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas menuju area persawahan dan perladangan yang selama ini terkendala kondisi medan dan sungai," ucapnya.
Kapendam mengatakan jembatan yang dibangun merupakan jembatan permanen dengan konstruksi plat besi, memiliki panjang 8 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman sekitar 3 meter.
Baca juga: Korps Marinir persiapkan lahan hunian sementara di Tapanuli Selatan
Ia mengatakan dalam proses pengerjaan juga dilakukan oleh personel Zipur I/DD bersama Koramil 25/Purbatua Jae melaksanakan sejumlah tahapan mulai dari pemasangan batu bronjong pada kedua ujung Sungai Mahassan sebagai fondasi jembatan.
Kemudian dilakukan pengecoran dudukan di sisi kiri dan kanan jembatan, pengecatan rangka jembatan hingga penimbunan serta pemadatan badan jalan.
"Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dan terencana sebagai penghubung akses warga pasca-bencana alam di wilayah tersebut," tutur dia.
Baca juga: TNI fasilitasi cukur rambut anak gratis warga terdampak di Taput
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































