Airlangga: RI butuh tambahan 150 ribu insinyur untuk industri digital

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 150 ribu insinyur (engineer) dalam kurun waktu enam tahun ke depan guna menopang pengembangan industri digital.

Kebutuhan tersebut juga semakin spesifik pada sejumlah sektor strategis. Untuk industri semikonduktor saja, Indonesia diperkirakan memerlukan sekitar 15 ribu insinyur.

“Kita butuh tambahan sekitar 45 persen dari jumlah engineer yang ada sekarang. Kemudian juga yang sudah sangat spesifik bahwa kita perlu untuk industri semikonduktor sekitar 15 ribu engineers. Dan, kalau untuk industri digital ya mungkin kita butuh tambahan itu sekitar 150 ribu engineers dalam satu tahun sampai dengan 6 tahun ke depan," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, juga mendorong program pelatihan vokasi untuk mendukung retraining dan reskilling tenaga kerja.

“Kemudian, dengan program yang kemarin di London sudah ditandatangani antara Danantara dan ARM Limited itu disiapkan pelatihan untuk 15 ribu engineers kepada ekosistem ARM. Jadi, kita sekarang lebih spesifik lagi mencari kebutuhan engineer untuk industri-industri yang didorong Pemerintah,” tutur Airlangga.

Di sisi lain, Indonesia juga disebut telah menunjukkan kesiapan dalam pengembangan teknologi akal imitasi (AI). Indonesia menjadi negara pertama di kawasan ASEAN yang menyelesaikan UNESCO AI Readiness Assessment.

Menurut Airlangga, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi AI, tetapi juga mulai mempersiapkan kerangka hukum, etika, dan sosial guna mendukung pengembangan inovasi teknologi di masa depan.

Industri yang cepat mengadopsi AI tercatat mampu meraih pendapatan hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan industri yang lambat beradaptasi, dengan peningkatan produktivitas dari 8,5 persen menjadi 27 persen. Secara global, AI diproyeksikan berkontribusi sebesar 15,7 triliun dolar AS terhadap perekonomian dunia pada 2030.

Sementara itu, untuk Indonesia, teknologi AI generatif diperkirakan dapat menambah kontribusi ekonomi hingga 243,5 miliar dolar AS.

“Indonesia adalah pasar potensial yang sangat besar di masa depan dan dunia sedang berinvestasi di Indonesia. Meskipun Indonesia menjadi pasar AI yang utama, juga harus dipastikan bahwa kita bukan hanya konsumen teknologi canggih saja, tetapi juga sebagai pencipta dan pemiliknya,” ujar Airlangga.

Ia juga menekankan pentingnya peran insinyur dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada 2030, dunia diperkirakan membutuhkan investasi tahunan sekitar 4 - 7 triliun dolar AS, terutama pada sektor berbasis teknologi dan ramah lingkungan.

Menurut Airlangga, digitalisasi dan keberlanjutan kini tidak lagi berjalan terpisah, melainkan telah menjadi satu kesatuan dalam pembangunan ekonomi modern.

Indonesia saat ini juga menjadi salah satu pusat inovasi berbasis digital di kawasan. Valuasi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 124 miliar dolar AS pada 2025, terbesar di ASEAN.

Pada tahun yang sama, penetrasi koneksi seluler di Indonesia diperkirakan mencapai 116 persen, dengan sekitar 230 juta pengguna internet dan 180 juta identitas media sosial.

Menko menambahkan Indonesia juga telah menetapkan target pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Pada 2030, Indonesia menargetkan masuk dalam peringkat 45 besar Global Innovation Index. Selain itu, data Cyber Security Index 2024 menunjukkan Indonesia telah berada pada Tier 1 atau kategori “role model”.

“Tugas kita sebagai insinyur dan pembuat kebijakan adalah untuk menyebarluaskan keberhasilan dari wilayah Tier 1 ke seluruh negeri, memastikan pertumbuhan digital yang seimbang. Bagi para insinyur, kita harus melampaui dari sekadar ‘inovasi demi inovasi’. Gunakan AI dan Big Data misalnya untuk mengatasi kelangkaan air, mengoptimalkan jaringan energi, dan membangun kota-kota yang tangguh,” kata Airlangga.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |