Agam bantu paket seragam sekolah bagi 1.800 pelajar korban bencana

1 month ago 13

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan bantuan paket seragam sekolah kepada 1.800 pelajar yang menjadi korban bencana hidrometeorologi di daerah itu pada akhir November 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Andri di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan 1.800 pelajar itu tingkat PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK.

Bantuan diserahkan secara simbolis Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama unsur pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dan lainnya, berupa 97 paket pakaian sekolah lengkap kepada SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Minggu ini.

Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Agam berkomitmen memastikan tidak ada anak kehilangan hak pendidikan meskipun berada dalam situasi pasca-bencana.

Baca juga: Mendikdasmen jadi pembina upacara hari pertama sekolah di Aceh Tamiang

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan bantuan itu dapat memulihkan semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, terutama saat memasuki semester baru.

“Dengan disalurkannya bantuan ini, semoga anak-anak kita kembali bersemangat untuk sekolah memasuki semester baru pasca-bencana,” katanya.

Ia mengatakan bantuan paket sekolah ini tidak hanya diperuntukkan siswa SDN 05 Kayu Pasak, tetapi juga seluruh anak didik terdampak bencana di Kabupaten Agam.

“Ini sudah menjadi komitmen kita, bagaimana anak didik yang terdampak bencana sebulan lalu diberikan bantuan, supaya mereka tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang dan percaya diri,” katanya.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi anak-anak yang akan kembali masuk sekolah pasca-libur semester, apalagi di tengah kondisi sekolah yang rusak bahkan masih ditempati pengungsi.

“Kita berupaya secepatnya membangun hunian sementara bagi pengungsi, agar sekolah-sekolah bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.

Terkait proses belajar mengajar, Pemkab Agam telah mengambil sejumlah kebijakan di antaranya dengan menggabungkan sementara kegiatan belajar siswa dari sekolah yang rusak ke sekolah lain serta membangun sekolah darurat.

“Dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. Mereka adalah harapan orang tua dan bangsa ini di masa mendatang,” katanya.

Baca juga: Ditpolairud bersihkan sekolah terdampak banjir di Aceh Tamiang

Baca juga: TNI bersihkan sekolah di Pidie-Aceh Tamiang dari timbunan lumpur

Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |