Afghanistan serukan dialog damai di tengah bentrokan dengan Pakistan

3 weeks ago 16

Istanbul (ANTARA) - Pemerintah Afghanistan menyatakan ingin menyelesaikan masalah dengan Pakistan melalui “dialog dan perdamaian,” di tengah bentrokan perbatasan terbaru antara kedua negara Asia selatan itu.

“Kami telah berulang kali menekankan solusi damai dan tetap ingin masalah ini diselesaikan melalui dialog,” kata juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, dalam konferensi pers di kota Kandahar, Jumat (27/2)

Mujahid mengatakan pesawat Pakistan masih terbang di atas Afghanistan, beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke Kabul, Kandahar, dan kota-kota lainnya.

Menurut Mujahid, sebanyak 13 tentara Afghanistan tewas dan 22 lainnya terluka dalam bentrokan dengan Pakistan.

Ia menambahkan bahwa Pakistan hingga kini tidak menunjukkan kesediaan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog.

Mujahid mengklaim sebanyak 55 tentara Pakistan tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan perbatasan, selain itu sejumlah 19 pos dihancurkan.

“Kami memiliki 23 jenazah tentara Pakistan, selain beberapa yang ditangkap, yang jumlahnya akan kami umumkan kemudian,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mujahid menolak tuduhan Islamabad bahwa Taliban Pakistan menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan di dalam negeri mereka.

Ia menegaskan Kabul tetap berkomitmen untuk tidak mengizinkan individu atau kelompok mana pun menggunakan wilayahnya untuk menyerang negara lain.

“Perang internal Pakistan sepenuhnya merupakan urusan dalam negerinya dan bukan isu baru,” katanya.

“Kebijakan luar negeri kami didasarkan pada saling menghormati dan kami tidak ingin menempuh jalan yang merugikan atau memusuhi siapa pun,” tambahnya.

Pakistan dan Afghanistan terlibat bentrokan sengit sejak Kamis (26/2) malam.

Jumlah korban tewas di kedua sisi perbatasan meningkat menjadi 48 orang, termasuk 12 tentara Pakistan dan satu warga sipil.

Sementara itu, Kabul menyatakan 13 tentaranya dan 22 warga sipil tewas dalam bentrokan tersebut.

Kabul pada Kamis (26/2) mengumumkan telah melancarkan serangan perbatasan terhadap Pakistan sebagai respons atas serangan udara Islamabad pada Minggu di wilayah Afghanistan yang menewaskan banyak orang.

Pakistan kemudian membalas dengan tembakan berat dan serangan udara baru di provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia pada Jumat dini hari waktu setempat.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Afghanistan, diplomat tertinggi negara itu, Amir Khan Muttaqi, melakukan pembicaraan terpisah dengan diplomat tinggi Qatar Mohammed bin Abdulaziz Al-Khulaifi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan mengenai konflik terbaru tersebut.

Pembicaraan tersebut menekankan pentingnya memperkuat suasana toleransi dan menempuh solusi diplomatik atas berbagai persoalan yang sedang berlangsung, dengan fokus pada upaya untuk meredakan ketegangan, menurut pernyataan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Bentrokan Pakistan-Afghanistan berlanjut, korban jiwa bertambah

Baca juga: PBB serukan penghentian segera konflik antara Afghanistan dan Pakistan

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |