ADB beri komitmen pendanaan 2,55 miliar dolar AS untuk RI pada 2025

5 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Asian Development Bank (ADB) memberikan total komitmen pembiayaan senilai 2,55 miliar dolar AS atau setara Rp42,96 triliun, (kurs Rp16.848/dolar) bagi berbagai program pembangunan di Indonesia sepanjang 2025.

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya menyalurkan 2,4 miliar dolar AS (Rp40,43 triliun) dalam bentuk pinjaman yang dijamin pemerintah.

Ia menyatakan pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung reformasi kebijakan; meningkatkan aktivitas perdagangan; mendorong produktivitas melalui program pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan; serta mempercepat transisi energi berkelanjutan.

"Kami mempertahankan keselarasan erat dengan visi pemerintah, sehingga lebih dari sekadar pembiayaan, kami pun memberikan (transfer) pengetahuan, saran kebijakan, dan kemitraan jangka panjang demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045," ucap Bobur.

Ia mengatakan ADB juga memberikan komitmen pembiayaan yang tidak dijamin pemerintah senilai 150 juta dolar AS (Rp2,53 triliun) bagi pengembangan sektor swasta.

Sementara pada tahun ini, ia mengungkapkan bahwa pipeline pendanaan ADB untuk Indonesia saat ini telah mencapai nilai indikatif 2,7 miliar dolar AS (Rp45,49 triliun).

Pembiayaan tersebut ditujukan untuk mempercepat pendalaman sektor keuangan serta reformasi kebijakan terkait tata kelola daerah, ketahanan air, transisi energi berkelanjutan, dan perlindungan terhadap kelestarian ekosistem laut.

Bobur menyampaikan pihaknya akan terus berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target pembangunan nasional serta melanjutkan kemitraan yang telah terbangun sejak 1966 di sektor infrastruktur, pertanian, dan pengembangan SDM.

Ia menuturkan, Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri ADB dan pemegang saham terbesar ke-6 di bank pembangunan multilateral tersebut.

Kemitraan tersebut terus berkembang seiring waktu, mulai dari fokus terhadap pengembangan sektor pertanian pada era 1970-an, pembangunan infrastruktur transportasi dan energi pada 1980-an, hingga reformasi struktural selama 1990-an.

Sedangkan saat ini, ADB berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing SDM di Indonesia, sejalan dengan prioritas Asta Cita dan Strategi Kemitraan Negara ADB untuk Indonesia (ADB's Country Partnership Strategy for Indonesia) 2025–2029.

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Bobur mengatakan pihaknya tidak hanya menawarkan bantuan pembiayaan, tapi juga keahlian praktis, dukungan kebijakan, dan solusi jangka panjang untuk membantu Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.

"Sejarah panjang kami di Indonesia mencerminkan pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan komitmen bersama bagi kemajuan Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Bappenas ingin ADB jadi mitra dalam perencanaan pembangunan

Baca juga: ADB naikkan proyeksi pertumbuhan RI pada 2025 jadi 5 persen

Baca juga: ADB Setujui Pinjaman 500 Juta Dolar AS Dorong Pengembangan SDM RI

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |